Liputan6.com, Jakarta - Eksim dapat berlangsung dalam jangka panjang dan kambuh berulang. Karena itu, memahami pemicu serta mengenali kondisi dan kebutuhan kulit menjadi langkah penting untuk membantu mencegah gejala kembali memburuk.
“Penanganan eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial," kata dokter Tomi Nugraha SpDVE.
Advertisement
Tomi menuturkan pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien.
"Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,” kata Tomi mengutip Antara.
Tomi mengatakan perjalanan setiap pasien dengan eksim dapat berbeda karena faktor genetik, kondisi kulit, lingkungan, hingga perubahan yang terjadi dalam tubuh dapat berperan dalam muncul atau memburuknya flare-up atau gejala yang memburuk.
Ia menilai mengenali pola dan kondisi kulit masing-masing menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim. Kebutuhan kulit juga dapat berubah dalam berbagai fase kehidupan sehingga kondisi dan kebutuhan kulit seseorang tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Perubahan yang terjadi pada tubuh, termasuk pada fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause, menjadi salah satu konteks yang perlu dipahami karena kondisi dan kebutuhan kulit seseorang dapat berubah.
Pengelolaan eksim tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit ketika gejala muncul. Dermatolog ERHA Ultimate itu turut menyebut kondisi juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kondisi emosional, sementara keluarga turut mendampingi pasien dalam menjalani perawatan.