Eczema Bukan Sekadar Gatal, Ada Perjalanan Panjang di Baliknya

Eczema bukan sekadar gatal. Kenali pemicu, pola kekambuhan, dan pentingnya perawatan yang tepat.

Diterbitkan 28 September 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Eczema bukan cuma soal kulit merah dan gatal. Ketika flare-up datang berulang, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, memengaruhi kondisi emosional, bahkan membuat keluarga turut menjalani proses perawatan bersama pasien.

Oleh sebab itu, memahami eczema tidak cukup hanya dari gejala yang terlihat. Menurut Dermatologist ERHA Ultimate, dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, pasien juga perlu mengenali kondisi kulit, faktor pemicu, serta pola kekambuhan agar pengelolaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Tomi menjelaskan, perjalanan setiap pasien dengan eczema dapat berbeda. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari genetik, kondisi kulit, lingkungan, hingga perubahan yang terjadi di dalam tubuh.

"Karena itu, mengenali pola dan kondisi kulit masing-masing menjadi bagian penting dalam pengelolaan eczema," ujarnya.

Kebutuhan kulit juga dapat berubah seiring perjalanan hidup seseorang. Perubahan tubuh pada fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause menjadi salah satu konteks yang perlu dipahami karena kondisi dan kebutuhan kulit seseorang tidak selalu sama dari waktu ke waktu.

"Penanganan eczema bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat kondisi ini memiliki penyebab dan pencetus yang multifaktorial," kata Tomi.

Lebih lanjut, Tomi menekankan pentingnya memahami kondisi kulit secara menyeluruh agar penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

"Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Tomi dalam diskusi media “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” yang digelar dalam rangka memperingati World Atopic Eczema Day 2026.

Tomi juga menekankan pentingnya perawatan kulit untuk membantu mencegah eczema kembali kambuh.

"Perlu diingat, mencegah kekambuhan eczema melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eczema saat kambuh," lanjutnya.

Dengan demikian, konsultasi dengan dermatologist tidak hanya dilakukan ketika eczema sedang mengalami flare-up. Konsultasi juga dapat membantu pasien memahami kondisi kulit secara menyeluruh dan menyusun rencana pengelolaan yang dapat dievaluasi sesuai perubahan kebutuhan.

 

Eczema Juga Menjadi Perjalanan Keluarga

Perjalanan menghadapi eczema tidak hanya dirasakan pasien. Orang-orang terdekat, terutama caregiver, juga dapat ikut menjalani proses tersebut.

Hal ini tergambar dari pengalaman Fitri Said atau Mama Kaluna, seorang ibu yang mendampingi anak dengan eczema sekaligus pasien ERHA Ultimate.

Dalam pengalamannya, menghadapi eczema mencakup berbagai hal, mulai dari memahami perubahan pada kulit, menghadapi periode flare-up, menyesuaikan aktivitas sehari-hari, hingga menjalani proses perawatan.

Di sinilah dukungan caregiver menjadi penting. Pendampingan tidak hanya dibutuhkan ketika gejala memburuk, tapi juga dalam memahami kondisi pasien, mengenali kebutuhan sehari-hari, serta mendukung proses perawatan dalam jangka panjang.

Melalui FOR EVERY SKIN YOU CARE FOR, ERHA Ultimate ingin memperluas makna care dalam kesehatan kulit. Bukan hanya merawat ketika masalah muncul, tapi juga hadir, memahami, dan memberikan dukungan sesuai perjalanan kulit setiap orang.

"Ketika seseorang hidup dengan eczema, perjalanannya juga menjadi perjalanan bagi orang-orang terdekatnya," ujar GM Marketing ERHA Clinic Group, Alisa Agustine.

"Harapan kami sederhana, semakin banyak orang merasa tidak harus menjalani perjalanan tersebut sendirian. Ada pemahaman, dukungan, dan pendampingan yang dapat membantu mereka merawat kulit dengan lebih baik di setiap tahap kehidupan," tambahnya.