Ayam Kampung Lebih Sehat dari Broiler? Ahli Ungkap Beda Kandungan Gizinya

Banyak yang menyebut ayam kampung secara nilai gizi lebih tinggi dari ayam broiler. Berikut paparan pakar.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 06 Oktober 2026, 12:20 WIB
Ilustrasi daging ayam kampung . (Foto: Instagram/@jualansiska_siska_khoe)

Liputan6.com, Jakarta - Ayam kampung kerap dianggap lebih sehat dibandingkan ayam broiler. Teksturnya yang lebih padat dan cara pemeliharaannya yang umumnya lebih lama membuat ayam kampung sering dipandang memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Apa iya ayam kampung lebih bergizi?

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Shabrina Dyah Wibawanti, mengatakan perbedaan kedua ayam terletak pada kandungan lemak.

Ayam broiler cenderung memiliki kadar lemak lebih tinggi karena dipelihara dengan tujuan pertumbuhan cepat dan didukung pakan berenergi tinggi.

Sementara itu, ayam kampung lebih banyak bergerak menggunakan energi lebih besar untuk aktivitas fisiknya sehingga cenderung tidak menyimpan lemak sebanyak ayam yang dipelihara secara intensif.

“Perbedaan kandungan lemak antara kedua jenis ayam ini merupakan hasil gabungan dari faktor genetik, formulasi pakan, tingkat aktivitas, dan umur panen,” jelas Shabrina.

Segi Protein 

Dari sisi protein, kandungan keduanya relatif tidak jauh berbeda walau ayam kampung lebih tinggi sediki. 

“Tetapi perbedaannya relatif kecil dan hasil penelitian bervariasi, sehingga secara praktis keduanya dapat dianggap setara sebagai sumber protein," tutur Shabrina mengutip laman IPB. 

Anggapan ayam kampung lebih sehat juga berkaitan dengan tekstur dagingnya yang lebih padat.

Tekstur tersebut lebih dipengaruhi oleh struktur serat otot dan usia panen, sehingga tidak dapat digunakan sebagai ukuran langsung bahwa daging tersebut memiliki kandungan gizi lebih tinggi.

Shabrina menuturkan, usia panen ayam kampung yang lebih tua membuat ikatan silang kolagen pada dagingnya semakin kuat dibandingkan broiler, sehingga teksturnya terasa lebih padat dan kenyal.

Sementara itu, kandungan vitamin, mineral, serta profil asam lemak omega-3 seperti DHA lebih banyak dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi selama pemeliharaan.

Bagian dan Cara Memasak Ayam Pengaruhi Tekstur

 

Shabrina mengatakan, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat jenis ayam ketika memilih makanan. Bagian ayam dan cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kandungan gizi yang dikonsumsi.

Dada ayam broiler tanpa kulit dapat memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan paha ayam kampung dengan kulit. Begitu pula ayam yang digoreng dapat memiliki kandungan lemak lebih tinggi akibat penggunaan minyak.

“Penentuan pilihan ayam berdasarkan kandungan gizi tidak dapat semata-mata didasarkan pada jenis ayam, melainkan perlu mempertimbangkan faktor lainnya,” ungkapnya.

Ayam kampung maupun broiler memiliki karakteristik masing-masing. Jika ingin membatasi asupan lemak, pilih bagian yang rendah lemak seperti dada tanpa kulit dan olah tanpa digoreng, baik dari ayam kampung maupun broiler.

Pada akhirnya, pilihan makanan tetap perlu mempertimbangkan bagian ayam serta metode pengolahannya agar sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya