Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengalokasikan anggaran ratusan triliun rupiah untuk merombak pusat layanan kesehatan nasional dari 2027 hingga 2029. Alokasi dana tersebut digunakan untuk melakukan renovasi 8.001 puskesmas, pembangunan 1.988 puskesmas baru, serta pembenahan 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan rencana besar tersebut saat meresmikan UPTD Puskesmas III Denpasar Barat, Bali, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
Pria yang karib disapa Benny itu mengungkapkan proses renovasi puskesmas bakal diprioritaskan pada infrastruktur terparah. Khusus di Bali, 119 puskesmas akan direnovasi, 4 puskesmas rusak berat dibangun ulang, dan 7 puskesmas yang melayani lebih dari 60.000 jiwa akan dipecah.
Namun, Benny menggarisbawahi pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
"Membeli alat kesehatan bisa cepat, tetapi mencetak tenaga medis seperti radiografer dan dokter spesialis membutuhkan proses. Pengadaan alat dan penyiapan SDM harus berjalan seiring sejalan agar pelayanan prima terwujud," tegasnya mengutip keterangan tertulis.
Di tingkat daerah, UPTD Puskesmas III Denpasar Barat menjadi bentuk nyata transformasi kawasan yang dulunya bekas pasar loak dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi fasilitas kesehatan inklusif.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menjelaskan puskesmas ini beroperasi 24 jam dengan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) serta layanan terpadu bersama Disdukcapil untuk penertiban akta lahir bayi secara langsung.
"Kami ingin memastikan setiap ibu dan anak mendapat pelayanan yang aman, nyaman, dan ramah tanpa diskriminasi," kata Arya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, menambahkan bahwa puskesmas ini telah terintegrasi penuh dengan BPJS Kesehatan dan dilengkapi layanan gawat darurat Damakesmas (Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat) 24 jam guna menopang pemerataan jangkauan kesehatan di Bali.