9 dari 10 Orang Depresi Belum Mendapat Pengobatan

Kemenkes mengungkapkan kasus depresi tertinggi berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 07:29 WIB
ilustrasi depresi, stress, sendiri, kesepian. photo by unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen atau sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

“Dari sekitar 3 juta orang dengan depresi, baru 12,7 persen yang mendapatkan pengobatan. Artinya, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan. Beban tertinggi justru berada pada kelompok anak muda usia 15 hingga 24 tahun,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr Maria Endang Sumiwi.

Selain depresi, perhatian juga perlu diberikan kepada individu neurodivergent (cara kerja otak yang berbeda dalam memroses sesuatu) termasuk individu dengan ADHD dan disleksia. ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi fokus dan kontrol diri, sedangkan disleksia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis.

Kondisi tersebut bukanlah bentuk kekurangan, kemalasan, ataupun akibat kesalahan pola asuh. Neurodivergent merupakan keragaman cara kerja otak yang perlu dipahami dan diterima oleh lingkungan sekitar, terutama keluarga, agar individu yang mengalaminya memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.

Untuk mengurangi kesenjangan pengobatan, Endang mengatakan bakal memperluas jangkauan layanan kesehatan jiwa hingga ke tingkat pelayanan kesehatan primer. Sejumlah fasilitas dan program telah disiapkan untuk memperkuat deteksi dini, penanganan, serta dukungan bagi masyarakat.

6 Ribu Puskesmas dengan Pelayanan Kesehatan Jiwa

Sebanyak 6.549 puskesmas atau 64 persen dari seluruh puskesmas di Indonesia telah mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Endang mengatakan Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa dalam dua tahun ke depan. Selain itu, sebanyak 932 puskesmas telah disiapkan agar ramah bagi penyandang disabilitas.

Untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami krisis kesehatan jiwa, layanan Healing119.id telah diakses oleh 284.916 pengguna melalui panggilan telepon maupun percakapan daring (chat).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya