Liputan6.com, Jakarta - Minuman yang dikonsumsi sehari-hari ternyata berkaitan dengan kesehatan mental. Pilihan minuman seperti kopi, minuman energi, hingga bubble tea disebut memiliki hubungan dengan risiko depresi.
Mengutip Medical News Today, Senin (12/10/2026), sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Depression and Anxiety, menemukan konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko mengalami gejala depresi yang lebih rendah.
Sebaliknya, konsumsi minuman berpemanis menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko depresi.
Advertisement
Penelitian tersebut menganalisis 59 studi yang melibatkan lebih dari 2 juta peserta dari 22 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak kopi memiliki kemungkinan mengalami gejala depresi sekitar 13% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi kopi.
Meski demikian, temuan ini tidak berarti kopi terbukti dapat mencegah atau mengobati depresi. Penelitian tersebut hanya menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan gejala depresi, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat.
Bagaimana Gula Memengaruhi Suasana Hati?
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dalam jangka panjang diduga dapat memengaruhi kesehatan mental melalui beberapa mekanisme biologis, salah satunya peradangan.
Ahli gizi Jennifer Pallian menjelaskan, konsumsi gula berlebihan secara terus-menerus dapat memicu peradangan di otak yang berkaitan dengan munculnya rasa cemas.
“Minuman berpemanis juga dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah dan resistensi insulin, yang dapat memengaruhi brain-derived neurotrophic factor atau BDNF serta kemampuan otak untuk beradaptasi,” jelas Pallian.
BDNF merupakan protein yang membantu pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel saraf di otak. Kadar protein ini yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi.
Selain itu, konsumsi gula yang tinggi juga diduga dapat memengaruhi serotonin yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati. Pola makan tinggi gula juga dapat mengganggu ritme hormon kortisol yang membantu mengatur respons tubuh terhadap stres.
Advertisement
Kopi Dikaitkan dengan Risiko Depresi yang Lebih Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369482/original/036874800_1791525554-priscilla-du-preez-g86airJZ4Gs-unsplash.jpg)
Berbeda dengan minuman manis, konsumsi kopi yang lebih tinggi dalam penelitian tersebut justru dikaitkan dengan kemungkinan mengalami gejala depresi yang lebih rendah. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah kandungan kafein dalam kopi.
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, zat kimia di otak yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk. Ketika kerja adenosin terhambat, seseorang dapat merasa lebih terjaga dan waspada.
Kafein juga memengaruhi aktivitas zat kimia otak lainnya, termasuk hormon dopamin yang berperan dalam mengatur rasa senang. Hal ini membantu menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa lebih segar setelah minum kopi, meskipun efek tersebut tidak berarti kopi otomatis memperbaiki kesehatan mental.
Selain kafein, kopi mengandung senyawa bioaktif seperti asam klorogenat yang memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan. Senyawa tersebut diduga turut berperan dalam hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental.
Profesor madya epidemiologi dan biostatistik di Program Kesehatan Masyarakat University of California, Irvine (UCI), Andrew Odegaard menjelaskan bahwa kebiasaan minum kopi juga berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
“Kopi memiliki beragam komponen bioaktif dan orang yang terbiasa meminumnya tentu memiliki alasan tersendiri, seperti untuk tetap terjaga, menikmati rasanya, atau memenuhi kebutuhan sosial. Semua hal tersebut relevan ketika membahas upaya mencegah atau mengurangi gejala depresi,” kata Odegaard.
Namun, manfaat yang diamati dalam meta-analisis tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa kopi secara langsung menurunkan risiko depresi. Temuan itu juga tidak berarti semua jenis kopi memiliki efek yang sama, terutama kopi dengan tambahan gula dalam jumlah besar.
Hal ini juga diperkuat oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard School of Public Health dan diterbitkan dalam jurnal Archives of Internal Medicine pada 2011 juga menemukan hubungan antara konsumsi kopi berkafein dan risiko depresi pada perempuan.
Studi tersebut dilakukan kepada 50.739 perempuan dan menemukan bahwa mereka yang minum empat cangkir kopi berkafein atau lebih per hari memiliki risiko depresi sekitar 20% lebih rendah dibandingkan mereka yang minum satu cangkir atau kurang per minggu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2716647/original/080343700_1548835680-photo-1525803377221-4f6ccdaa5133.jpg)
Minuman Bebas Gula Belum Tentu Memiliki Efek yang Sama
Penelitian meta-analisis tersebut juga menemukan hubungan antara depresi dengan konsumsi bubble tea, minuman ringan, serta minuman energi. Karena itu, mengganti gula dengan pemanis buatan belum tentu menghilangkan hubungan yang ditemukan dalam penelitian tersebut.
Pallian menjelaskan bahwa mengganti gula dengan pemanis buatan belum tentu menghilangkan hubungan antara konsumsi minuman dan depresi yang ditemukan dalam penelitian tersebut.
Sementara itu, hasil penelitian mengenai teh hitam dan jenis teh lainnya masih beragam.
Beberapa studi mengaitkan konsumsi teh dengan risiko depresi yang lebih rendah, sedangkan studi lain tidak menemukan hubungan yang signifikan. Sebaliknya, konsumsi minuman energi justru dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371204/original/095998100_1791775708-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-12T102632.397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369482/original/036874800_1791525554-priscilla-du-preez-g86airJZ4Gs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189139/original/057382300_1744757018-kopi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2968278/original/018570000_1573795707-brigitte-tohm-EAay7Aj4jbc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363203/original/082622400_1790844333-aphrodites-daughter-ORxzwJi0ssc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360173/original/057497600_1790593952-DSC05042.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360296/original/091035400_1790608668-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_21.26.50__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282400/original/038766300_1752474409-ben-blennerhassett-L7JGC_bgWyU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359287/original/097845800_1790495274-aa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358455/original/085839800_1790344407-ChatGPT_Image_Sep_25__2026__07_26_35_PM.jpg)