Sering Pusing saat Berdiri Tiba-Tiba, Bisa Jadi Hipotensi Ortostatik

Pusing karena kondisi hipotensi ortostatik lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 60.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 13 Oktober 2026, 08:30 WIB
Tiba-tiba pusing dan pandangan kabur ketika berdiri mendadak setelah duduk atau berbaring bisa jadi kondisi hipotensi ortostatik. (dok. Vitaly Gariev/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa pusing atau pandangan berkunang-kunang ketika berdiri setelah duduk atau berbaring cukup lama? Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan hipotensi ortostatik atau orthostatic hypotension, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika seseorang berdiri.

Hipotensi ortostatik lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat dialami orang yang terlalu lama berbaring, baru melahirkan, atau remaja yang sedang mengalami percepatan pertumbuhan.

Mengapa Tekanan Darah Bisa Turun saat Berdiri?

Melansir Cleveland Clinic, Senin (12/10/2026), ketika seseorang duduk atau berbaring, darah dari pembuluh vena di kaki lebih mudah mengalir kembali ke jantung. Namun, saat tubuh berdiri, gravitasi membuat darah lebih sulit kembali dari kaki dan telapak kaki menuju jantung.

Akibatnya, jumlah darah yang tersedia untuk dipompa ke organ dan otot dapat berkurang sementara, sehingga tekanan darah menurun. Pada orang dengan hipotensi ortostatik, tubuh tidak mampu menyesuaikan tekanan darah dengan cukup cepat.

Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk dehidrasi, kehilangan darah, anemia, gangguan jantung, serta masalah pada sistem saraf otonom yang membantu mengatur tekanan darah.

Penggunaan obat tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, Parkinson, dan depresi, juga dapat meningkatkan risiko.

Selain itu, risiko hipotensi ortostatik turut meningkat seiring pertambahan usia. Ditambah lagi diabetes, gangguan tiroid, kekurangan vitamin B12 atau asam folat, serta kebiasaan berdiri terlalu lama dapat menjadi faktor yang berkontribusi.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala yang umum ditemukan adalah rasa pusing atau melayang ketika berdiri. Sebagian orang juga dapat mengalami pandangan kabur, lemas, sakit kepala, mual, jantung berdebar, kebingungan, hingga pingsan.

Gejala biasanya membaik ketika seseorang kembali duduk atau berbaring. Cuaca panas, demam, serta mandi dengan air yang terlalu panas juga dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang.

Meski begitu, pusing saat berdiri tidak selalu berarti seseorang mengalami hipotensi ortostatik. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya, terutama jika keluhan sering berulang.

Sejumlah langkah disarankan untuk membantu mengurangi gejala, salah satunya adalah mengubah posisi tubuh secara perlahan. Setelah berbaring, duduklah terlebih dahulu sebelum berdiri, lalu gunakan pegangan yang kokoh jika diperlukan.

Jangan lupa, menjaga kecukupan cairan juga penting, terutama jika tubuh kehilangan cairan akibat muntah atau diare.

Selain itu, hindari mandi terlalu panas dan pertimbangkan porsi makan yang lebih kecil jika gejala sering muncul setelah makan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika pusing saat berdiri sering terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis. Dokter dapat memeriksa tekanan darah saat berbaring, duduk, dan berdiri, serta melakukan pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan.

Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai nyeri dada, pingsan atau terjatuh, gangguan keseimbangan, cedera kepala, maupun tanda-tanda syok seperti kulit dingin dan berkeringat, napas cepat, serta denyut nadi lemah.

Mengenali gejala sejak dini membantu seseorang mengurangi risiko jatuh sekaligus mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya