Dokter Ungkap Penyebab Sakit Kepala yang Justru Berasal dari Obat

Ini kebiasaan yang bisa memicu sakit kepala berulang meski sering minum obat pereda nyeri.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengingatkan bahwa konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan justru dapat memicu sakit kepala berulang.

Dokter yang akrab disapa Sena, menjelaskan, obat pereda nyeri memang dapat membantu meredakan gejala jika digunakan sesuai anjuran dokter. Namun, penggunaan yang tidak tepat atau dalam jangka panjang berisiko menyebabkan medication-overuse headache (MOH), yaitu sakit kepala akibat penggunaan obat yang berlebihan.

"Obat seperti parasetamol dan ibuprofen yang bisa dibeli bebas berpotensi menyebabkan sakit kepala jika dikonsumsi tidak sesuai anjuran atau digunakan terlalu sering dalam jangka panjang," ujar Sena dikutip dari Antara pada Jumat (19/6/2026)

Menurutnya, salah satu penyebab kondisi ini adalah kebiasaan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh dari media sosial tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Selain itu, banyak orang yang melanjutkan penggunaan obat secara mandiri setelah resep awal habis tanpa berkonsultasi kembali dengan dokter. Akibatnya, dosis yang seharusnya terkontrol bisa meningkat, misalnya dari dua kali sehari menjadi empat kali sehari.

"Pada titik tertentu, justru konsumsi obat yang berlebihan itulah yang membuat sakit kepala tidak kunjung hilang," katanya.

Sena juga meluruskan anggapan bahwa semua jenis sakit kepala bisa diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Menurutnya, sakit kepala tidak selalu disebabkan oleh migrain.

Dalam beberapa kasus, keluhan tersebut bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti perdarahan otak, sehingga memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat.