Liputan6.com, Jakarta - Adenokarsinoma paru adalah salah satu jenis kanker paru-paru yang didiagnosis pada Paus Leo XIV setelah menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia, pada Selasa (13/10/2026).
Mengutip laporan Associated Press (AP), diagnosis tersebut dipastikan melalui pemeriksaan jaringan saat operasi. Sebelumnya, dokter telah mencurigai adanya kanker berdasarkan pemeriksaan praoperasi.
Advertisement
Vatikan belum mengumumkan rencana pengobatan lanjutan bagi Paus Leo XIV. Dokter masih menunggu hasil pemeriksaan tambahan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar, termasuk ke kelenjar getah bening.
Pakar kanker paru-paru dari Lombardi Comprehensive Cancer Center, Universitas Georgetown, Dr. Stephen Liu, menjelaskan bahwa penentuan stadium kanker menjadi langkah penting setelah diagnosis dipastikan.
"Adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru-paru yang paling umum ditemukan dan juga memiliki prognosis paling baik," kata Liu.
Meski demikian, prognosis atau perkiraan perjalanan penyakit setiap pasien dapat berbeda, bergantung pada stadium kanker, kondisi kesehatan, dan respons terhadap pengobatan.
Apa Itu Adenokarsinoma Paru?
Mengutip Harvard Health Publishing, adenokarsinoma paru termasuk dalam kelompok kanker paru non-sel kecil (non-small cell lung cancer). Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal di paru-paru tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali hingga membentuk tumor.
Sel kanker tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, hati, tulang, kelenjar adrenal, hingga otak.
Adenokarsinoma paru merupakan jenis kanker paru yang paling umum. Penyakit ini dapat dialami perokok maupun orang yang tidak merokok.
Bahkan, adenokarsinoma menjadi jenis kanker paru yang paling umum pada perempuan dan orang berusia di bawah 45 tahun.
Dibandingkan beberapa jenis kanker paru lainnya, adenokarsinoma lebih mungkin tetap terbatas pada satu area. Jika terdeteksi ketika masih terlokalisasi, penyakit ini berpotensi memberikan respons pengobatan yang lebih baik.
Gejala Adenokarsinoma Paru yang Perlu Dikenali
Adenokarsinoma paru dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, sebagian kasus baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan dada untuk keperluan medis lainnya.
Ketika gejala mulai muncul, keluhannya dapat menyerupai jenis kanker paru lainnya. Berikut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai:
- Batuk yang tidak kunjung sembuh.
- Batuk berdahak atau disertai darah.
- Mengi atau suara napas berbunyi.
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Nyeri dada.
- Suara serak.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Nafsu makan menurun.
Jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, gejalanya dapat berbeda. Sebagai contoh, penyebaran ke tulang bisa menimbulkan nyeri tulang.
Meski begitu, gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker paru karena dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.
Faktor Risiko Adenokarsinoma Paru
Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama kanker paru, termasuk adenokarsinoma. Risiko ini juga berlaku bagi orang yang tidak merokok secara langsung, tetapi sering terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya.
Selain asap rokok, paparan radon juga dapat meningkatkan risiko. Radon merupakan gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, terbentuk secara alami dari tanah, serta dapat terakumulasi di dalam rumah atau bangunan.
Paparan asbes turut menjadi faktor risiko, terutama bagi pekerja konstruksi, penambang, pekerja galangan kapal, dan kelompok lain yang berisiko terpapar serat mineral tersebut.
Risiko kanker paru juga dapat meningkat akibat paparan zat pemicu kanker di lingkungan kerja, termasuk arsenik, senyawa nikel, produk batu bara, dan gas buang diesel.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Batuk berkepanjangan, batuk berdarah, sesak napas, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko kanker paru.
Berbagai gejala tersebut dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Deteksi dan penanganan sedini mungkin penting untuk menentukan pilihan pengobatan. Penanganan adenokarsinoma paru akan disesuaikan dengan stadium kanker, kondisi pasien, fungsi paru, serta karakteristik sel kanker.
Karena itu, mengenali gejala dan faktor risiko dapat membantu seseorang lebih waspada terhadap adenokarsinoma paru tanpa langsung menyimpulkan bahwa keluhan yang dialami merupakan tanda kanker.