Paus Leo XIV Tak Perlu Perawatan Tambahan Usai Operasi Kanker

Paus Leo XIV tak memerlukan perawatan lanjutan setelah operasi kanker paru-paru. Kondisinya terus membaik.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paus Leo XIV tidak memerlukan perawatan lanjutan setelah menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker di paru-parunya. Hal ini disampaikan oleh tim dokter yang merawatnya.

Hasil pemeriksaan jaringan yang diangkat saat operasi mengonfirmasi bahwa Paus mengalami adenokarsinoma paru, sesuai dengan diagnosis awal. Pemeriksaan juga menunjukkan bahwa kanker tersebut masih terlokalisasi.

"Penilaian onkologi lanjutan memastikan bahwa tidak diperlukan perawatan tambahan," demikian pernyataan yang dibagikan Vatikan seperti dikutip dari BBC pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Paus Leo XIV yang berumur 71 tahun keluar dari Rumah Sakit Gemelli di Roma pada akhir pekan, empat hari setelah menjalani operasi. Saat meninggalkan rumah sakit, ia sempat menyapa orang-orang yang telah menunggunya.

Pada Rabu, ia kembali menggelar audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus. Kegiatan tersebut menjadi audiensi umum pertamanya sejak keluar dari rumah sakit.

Operasi yang berlangsung pada 13 Oktober itu memakan waktu 90 menit. Dalam prosedur tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus.

Sebelumnya, Paus mengumumkan rencana operasi itu saat memimpin doa mingguan pada Minggu. Kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, ia mengatakan bahwa dokter menemukan nodul atau benjolan kecil di paru-parunya.

Saat itu, ia menyebut kanker tersebut telah terdeteksi “pada tahap awal”.

Foto-foto yang dibagikan pada Jumat, beberapa hari setelah operasi, memperlihatkan Paus merayakan misa dari rumah sakit. Ia mengenakan jubah liturgi berwarna hijau dan berdiri di belakang altar sementara.

Pada hari yang sama, Vatikan mengungkapkan bahwa Paus berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam percakapan tersebut, ia mendesak gencatan senjata di Kota Oleshky, Ukraina, yang diduduki Rusia dan berada dalam situasi blokade.

Langkah itu diharapkan memungkinkan bantuan pangan disalurkan kepada warga. Paus juga menyerukan “dialog dan perdamaian”.

Pada Senin, Paus melakukan percakapan telepon serupa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Orang-orang terdekat Paus sebelumnya juga menyampaikan bahwa ia tidak ingin menunda kunjungan ke Amerika Latin yang direncanakan berlangsung pada awal November.