Wamenkes Imbau Warga Terdampak Karhutla Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Jika terpaksa harus keluar rumah, harus memakai masker untuk meminimalisasi dampak dari asap karhutla.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 15:58 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono soal asap karhutla.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk membatasi aktivitas di luar rumah. 

“Kalau misal harus ke luar rumah, pakai masker," pesan Dante ditemui di Kantor Kemenkes Jakarta pada Kamis (15/10/2026).

Kemenkes telah mengirimkan 5,3 juta masker ke seluruh wilayah yang terkena dampak karhutla. Lalu, dalam waktu dekat bakal ada pengiriman masker ke wilayah terdampak karhutla.

"Dan ini akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ujar Dante.

Tenaga kesehatan dan medis juga siaga dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga yang terdampak asap karhutla. 

"Kemenkes melakukan penanganan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta memperkuat pemantauan penyakit atau surveilans di wilayah terdampak," katanya. 

Data per 12 Oktober 2026, Kemenkes mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak asap karhutla. Dari angka itu, 62.400 kasus ISPA terjadi pada anak usia nol hingga 5 tahun. 

Soal Kamp Bebas Asap Karhutla

Dante juga angkat bicara soal usulan anggota DPR terkait kamp bebas asap karhutla. Menurut Dante, soal pengadaan kamp tersebut masih dalam pertimbangan.

"Untuk kamp khusus pasti kita pertimbangkan, nanti akan kita bahas. Masih kita pertimbangkan," kata Dante.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan pemerintah membentuk kamp tertutup yang bebas asap. Tujuan kamp ini untuk melindungi masyarakat yang terdampak karhutla.

Daniel mengatakan, kamp tersebut dapat menjadi tempat perlindungan sementara bagi masyarakat yang terus terpapar asap, terutama anak-anak dan orang lanjut usia (lansia).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya