Penanganan Gangguan Pencernaan, Mulai dari Obat hingga Operasi

Tujuan utama pengobatan bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 20 Oktober 2026, 07:30 WIB
Ilustrasi sakit perut. (Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Nyeri perut berulang disertai dengan masalah pencernaan lain seperti perubahan pola buang air besar tidak bisa dianggap hal biasa. Jika kondisi tersebut terjadi berulang atau menetap maka perlu dicari tahu penyebabnya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif, Eko Priatno, mengungkapkan bahwa tenaga Kesehatan akan mencari penyebab masalah Kesehatan baru kemudian mengevaluasi dan menentukan terapi yang sesuai.

"Jadi, tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi," kata dokter dari Bethsaida Hospital Gading Serpong Banten ini.

Tindakan yang dilakukan bertujuan bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien.

Ia mencontohkan pada pasien yang memiliki keluhan asam lambung yang tak kunjung membaik. Maka penanganan umumnya dimulai dengan dimulai dengan perubahan gaya hidup serta mengonsumsi obat yang sesuai.Jika keluhan tetap berlangsung meski terapi sudah optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks.

Pada pasien dengan keluhan nyeri perut, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya batu empedu yang disertai komplikasi, pengangkatan kantong empedu melalui operasi laparoskopi dapat dipertimbangkan. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan pada pasien tertentu memungkinkan pemulihan lebih cepat.

Penanganan Masalah Pencernaan yang Lebih Kompleks

Gangguan Kesehatan yang lebih kompleks misalnya kanker usus besar dan kanker rektum, termasuk melalui bedah minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria. Dalam kasus kanker rektum tertentu, teknik Intersphincteric Resection (ISR) dapat dipertimbangkan untuk mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus.

“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” terang Eko.

Untuk kasus kompleks seperti tumor tertentu di kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari, tersedia pilihan penanganan berupa operasi Whipple. Prosedur ini melibatkan pengangkatan bagian organ yang terdampak dan penyambungan kembali saluran pencernaan. Kelayakan tindakan ditentukan melalui pemeriksaan dan perencanaan bersama tim medis.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya