Liputan6.com, Jakarta - Melalui unggahan di Instagram, penyanyi sekaligus aktris Selena Gomez mengungkapkan bahwa kebiasaannya menggunakan rokok elektrik atau vape berdampak pada perubahan suaranya.
Dalam unggahan tersebut, Selena mengakui bahwa dirinya banyak menggunakan vape yang mengandung nikotin. Ia merasa perubahan suaranya tidak bisa begitu saja dikembalikan seperti semula.
Advertisement
“Aku tidak akan bisa mengubah (kembali) suaraku. Aku banyak menggunakan vape nikotin,” katanya, dikutip dari BBC, Selasa (20/10/2026).
Selena juga mengingatkan orang-orang yang sedang berusaha berhenti menggunakan vape maupun mereka yang baru mempertimbangkan untuk mencobanya. Menurutnya, ketergantungan nikotin bukanlah hal yang mudah diatasi.
“Nikotin sangat sulit untuk dihentikan dan aku cuma mau bilang, kalau kamu sedang mengalaminya, atau bahkan sedang mencoba vape, itu nggak sepadan, nggak ada manfaatnya,” tambah Selena.
Penyanyi berusia 34 tahun tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan vape memengaruhi kualitas suaranya. Meski disampaikan dengan nada bercanda, pesannya menyoroti dampak kebiasaan menggunakan produk nikotin terhadap kesehatan.
Punya Riwayat Masalah pada Tenggorokan
Perubahan suara Selena juga menjadi perhatian karena ia pernah mengungkapkan masalah pada tenggorokannya. Dalam sesi tanya jawab melalui Instagram pada Desember tahun sebelumnya, Selena mengatakan tenggorokannya terkadang mengalami pembengkakan.
“Kadang-kadang sesuatu terjadi. Aku merasa aneh. Tenggorokanku terkadang membengkak di bagian dalam. Itu saja,” ujar Selena saat itu.
Selain itu, Selena diketahui hidup dengan lupus, yaitu penyakit autoimun kronis yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh.
Lupus dapat menimbulkan peradangan pada sejumlah organ dan jaringan. Jika peradangan memengaruhi laring atau kotak suara, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan suara, seperti suara serak atau terdengar tegang.
Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan secara spesifik sejauh mana penggunaan vape dan kondisi lupus berkontribusi terhadap perubahan suara Selena.
Efek Samping Vape bagi Kesehatan
Penggunaan vape atau vaping dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Meski kerap dianggap lebih aman daripada rokok tembakau, rokok elektrik tetap dapat memaparkan penggunanya pada nikotin dan zat kimia berbahaya lainnya, mengutip Cleveland Clinic.
Salah satu risikonya adalah kecanduan nikotin. Selain itu, penggunaan vape dapat berdampak pada kesehatan paru-paru dan sistem pernapasan, serta berpotensi memengaruhi kesehatan jantung dan otak.
Paparan zat dalam aerosol vape juga dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat mengalami cedera paru-paru serius yang berisiko menimbulkan kerusakan jangka panjang.
Bagi ibu hamil, penggunaan vape yang mengandung nikotin dapat mengganggu perkembangan janin. Paparan nikotin selama kehamilan juga dikaitkan dengan risiko gangguan pertumbuhan janin.
Tak hanya berdampak pada pengguna, aerosol vape juga dapat memaparkan orang di sekitarnya pada nikotin dan bahan kimia berbahaya. Efek jangka pendek yang dapat muncul antara lain batuk, sesak napas, iritasi mata dan tenggorokan, sakit kepala, serta mual.
Karena itu, penggunaan vape bukan tanpa risiko. Pengalaman Selena Gomez menjadi pengingat akan pentingnya memahami dampak nikotin dan mencari bantuan yang tepat bagi mereka yang kesulitan menghentikan kebiasaan tersebut.