Liputan6.com, Jakarta - Suhu kamar berperan penting dalam menentukan kualitas tidur. Ruangan yang terlalu panas dapat membuat seseorang sulit tidur nyenyak, lebih sering terbangun pada malam hari, dan merasa kurang segar saat bangun pagi.
Selama ini, cahaya dikenal sebagai faktor utama yang mengatur jam biologis tubuh. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu lingkungan juga berpotensi memengaruhi ritme sirkadian, yaitu siklus alami tubuh yang mengatur waktu tidur, bangun, dan berbagai aktivitas biologis selama 24 jam.
Advertisement
Antropolog Gandhi Yetish menemukan hal menarik saat meneliti pola tidur masyarakat adat yang hidup tanpa sistem industri modern. Dia mempelajari kebiasaan tidur suku Tsimane di Bolivia, suku Hadza di Tanzania, dan suku San di Afrika bagian selatan.
Pola tidur kelompok masyarakat tersebut tidak sepenuhnya mengikuti siklus terang dan gelap. Sebaliknya, waktu tidur mereka tampak berkaitan dengan perubahan suhu lingkungan.
"Kita berasumsi bahwa matahari terbenam dan terbit itu penting karena adanya cahaya. Padahal, suhu juga berasal dari Matahari," kata Yetish dikutip dari BBC, Minggu, 25 Oktober 2026.
Mengapa Suhu Kamar Memengaruhi Kualitas Tidur?
Suhu inti tubuh manusia secara alami mulai menurun ketika seseorang bersiap untuk tidur. Pada kebanyakan orang, suhu tubuh terus menurun selama sebagian besar waktu tidur malam, dengan selisih sekitar 1 derajat Celsius antara suhu tertinggi pada siang hari dan suhu terendah pada malam hari.
Sebastian Herberger, dokter sekaligus ilmuwan di Interdisciplinary Center of Sleep Medicine di Berlin, menjelaskan, suhu kamar yang terlalu panas dapat membuat tidur lebih singkat dan terganggu.
"Siapa pun yang pernah tidur di kamar hotel yang terlalu panas mungkin pernah merasakan dampak seperti ini," ujarnya.
Perubahan suhu tubuh menjelang tidur juga berkaitan dengan produksi melatonin, hormon yang membantu mempersiapkan tubuh untuk beristirahat.
Penelitian pada 2007 menunjukkan bahwa perubahan suhu kamar secara bertahap pada malam hingga pagi hari berkaitan dengan peningkatan penanda melatonin dan perasaan lebih segar saat bangun.
Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan suhu lingkungan mungkin mendukung kualitas tidur.
Meski demikian, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa perubahan suhu memberikan manfaat yang sama bagi setiap orang.
Suhu Diduga Turut Mengatur Jam Biologis
Profesor ilmu saraf sirkadian di Universitas Oxford, Russell Foster, menjelaskan, ritme sirkadian berperan penting dalam penurunan suhu tubuh menjelang tidur.
Namun, suhu lingkungan mungkin tidak hanya mengikuti perubahan jam biologis. Suhu juga diduga memberikan sinyal tambahan yang membantu mengatur ritme tersebut.
"Kita belum mengetahui secara pasti bagaimana suhu sebenarnya berperan sebagai sinyal bagi sistem yang mengatur tidur," kata Foster.
Ahli saraf sekaligus direktur Center for Sleep Research di University of California, Los Angeles, Jerome Siegel, menilai suhu memiliki peran besar dalam pola tidur manusia.
"Menurut saya, suhu lebih penting daripada cahaya," ujarnya.
Meski demikian, pengaruh suhu terhadap jam biologis manusia masih menjadi perdebatan. Christian Cajochen, ahli kronobiologi dari Universitas Basel, mengatakan penelitian mengenai hubungan suhu dan ritme sirkadian masih terbatas.
Menurutnya, suhu belum dapat dianggap sebagai faktor pengatur jam biologis yang setara dengan cahaya.
Cara Menjaga Suhu Kamar agar Tidur Lebih Nyenyak
Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menjaga suhu kamar tetap sejuk dan nyaman. Suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin sama-sama berpotensi mengganggu istirahat.
Tidak ada satu suhu kamar yang ideal bagi semua orang. Kenyamanan tidur juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh, pakaian tidur, penggunaan selimut, dan lingkungan tempat tinggal.
Mengatur ventilasi, mengenakan pakaian tidur yang nyaman, serta menyesuaikan pendingin ruangan sesuai kebutuhan dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih baik.
Membuka jendela pada malam hari juga bisa menjadi pilihan jika kondisi lingkungan memungkinkan. Namun, pastikan udara di luar tidak tercemar dan lingkungan tetap aman.
Pada akhirnya, suhu kamar tidur merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung kualitas tidur.
Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan pengaruhnya terhadap jam biologis, menjaga kamar tetap nyaman dapat menjadi langkah sederhana agar tubuh beristirahat lebih baik.