Skor APGAR Baik Bukan Jaminan Jantung Bayi Normal

Penyakit jantung bawaan bisa luput terdeteksi pada bayi yang tampak sehat. Kenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai orangtua.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 26 Oktober 2026, 09:00 WIB
Ilustrasi bayi baru lahir menjalani tes APGAR. (dok. Omar Lopez/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Skor APGAR merupakan penilaian awal untuk mengetahui kondisi bayi baru lahir dan menentukan apakah bayi membutuhkan bantuan medis segera. Penilaian ini dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah kelahiran.

Ada lima aspek yang dinilai dalam skor APGAR, yakni Appearance (penampilan, terutama warna kulit bayi), Pulse (nadi/detak jantung), Grimace response (respons terhadap stimulasi dan refleks bayi), Activity (aktivitas dan tonus otot), Respiration (pernapasan). Masing-masing aspek mendapat skor 0 hingga 2, sehingga total skor berkisar antara 0 hingga 10.

Skor APGAR yang baik menunjukkan bayi memiliki kondisi awal yang baik berdasarkan aspek-aspek tersebut. Namun, penilaian ini bukan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kelainan struktur jantung.

Dokter spesialis anak konsultan jantung anak, Anisa Rahmadhany, menjelaskan bahwa bayi yang menangis kuat saat lahir dan memiliki skor APGAR baik belum tentu terbebas dari penyakit jantung bawaan.

"Skor ini bukan alat untuk mendeteksi kelainan struktur jantung. Karena itu, skrining jantung pada bayi baru lahir menjadi sangat penting," kata Anisa lewat pesan tertulis. 

Skrining

Salah satu program skrining untuk menemukan kelainan lebih dini yakni pemeriksaan sederhana dengan pengukuran saturasi oksigen pada tangan dan kaki bayi. Pemeriksaan singkat ini dapat membantu mendeteksi penyakit jantung bawaan kritis. 

Bila terdeteksi dan ditangani sejak dini, sebagian besar anak dengan kelainan jantung bawaan kini dapat tumbuh dan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Anisa pun menyaranakn, orangtua yang baru saja atau akan menyambut kelahiran anak sebaiknya bertanya kepada dokter atau bidan apakah skrining jantung sudah dilakukan.

Orangtua juga perlu memperhatikan sejumlah tanda, seperti napas cepat, menyusu terputus-putus, berat badan sulit naik, atau warna mukosa bibir dan lidah kebiruan.

"Jangan ragu memeriksakan anak lebih lanjut bila tanda-tanda tersebut muncul. Pada kelainan jantung bawaan, deteksi dini dapat menjadi langkah penting untuk memberi anak kesempatan tumbuh dengan lebih baik," pesan dokter dari Braveheart Cardiovascular Center, Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta itu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya