Olahraga hingga Batasi Asupan Manis, Ini Cara Menekan Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara bisa diturunkan risikonya hingga 40-60 persen dengan menjalankan cara berikut.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 10:00 WIB
Dokter spesialis bedah onkologi, Sonar Soni Panigoro bicara kanker payudara bisa dicegah antara 40-60 persen.

Liputan6.com, Tangerang Selatan - Diagnosis kanker payudara bisa menimpa siapapun, baik wanita atau pria. Daripada memikirkan hal tersebut, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, SpB, Subsp. Onk (K) menuturkan bahwa kanker tersebut bisa dicegah.

"Masih bisa dicegah, bisa 40 sampai 60 persen," ujar Sonar dalam temu media bersama Eka Hospital BSD di Tangerang Selatan pada Senin (26/10/2026).

Langkah pencegahan yang adalah menjalankan gaya hidup sehat. Faktor genetik memengaruhi besarnya kemungkinan seseorang terkena kanker payudara, tapi faktor risiko yang besar adalah gaya hidup.

Mulai dari menghindari rokok, baik itu pasif atau aktif, ternyata pengaruhnya sampai 20 persen menyumbang seseorang untuk terhidar dari kanker payudara.

Lalu, teruskan dengan mulai dan rutinkan olahraga. Menurut Sonar, olahraga minimal 1,5 jam seminggu secara rutin, bisa menurunkan risiko terkena kanker tersebut.

"Tidak ada jenis (olahraga) tertentu, fokus saja olahraga, perbanyak gerak. Kalau kita perbandingkan dengan gaya hidup seseorang yang sibuk kerja di depan komputer, duduk saja seharian, tidur larut, dengan orang yang bangun pagi, sempatkan olahraga, naik transportasi umum, jalan kaki menuju kantor, itu risikonya jauh berbeda," pesan Sonar.

Selanjutnya, perhatikan pola dan asupan makan. Tidak ada pantangan tapi untuk makanan yang tertentu jangan berlebihan.

"Ya makan steak daging begitu setahun sekali enggak apa-apalah. Atau makan gorengan jangan setiap hari, lalu batasi asupan manis, jaga asupannya," ujar Sonar.

Ia juga menyarankan untuk menghindari konsumsi alkohol, suplemen untuk mencegah kanker. Lalu, pada ibu minimal empat bulan menyusui sang buah hati untuk menurunkan risiko kena kanker payudara.

 

SADARI dan CERDIK

Kanker Payudara Bisa Dicegah, Mulai dari Olahraga dan Hindari Asap Rokok

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah SADARI yakni periksa payudara sendiri di rumah. Yakni pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan, atau 7 sampai 10 hari setelah menstruasi hari pertama.

Lalu, barengi juga dengan CERDIK:

Cek kesehatan secara rutin

Enyahkan asap rokok dan polusi

Rajin olahraga

Diet seimbang, bisa dengan mengurangi karbohidrat, rendah lemak dan tinggi serat.

Istirahat cukup

Kelola stres,

 

Mulai Cek Payudara

Sonar mengatakan, setiap orang baik itu perempuan atatu laki-laki bisa melakukan medical check up untuk mendeteksi kanker payudara. Jangan sampai menunggu adanya gejala, sebab pada stadium awal hampir tidak ada gejala ataupun benjolan.

"Bahkan, 80 persen benjolan di payudara tanpa keluhan, tanpa adanya rasa sakit," katanya.

Sonar pun mengungkapkan, kejadian kanker payudara usia termuda dia pernah menemui di usia 18 tahun. Sehingga dia menyarankan, tak perlu menunggu diatas 30 tahun untuk mengecek ada atau tidaknya risiko tersebut. Maka sesudah anak menstruasi, bisa datang ke rumah sakit untuk konsultasi atau medical check up.

"Menurut saya sih kalau sudah akil balik, screening saja, USG. Karena di bawah 30 itu jarang sebetulnya. Jadi mungkin kalau umur 18 atau umur 20, kita USG enggak ada apa-apa, mungkin 2-3 tahun sekali aja. Nanti udah 30 agak lebih sering, di atas 40 tahun lebih sering lagi tiap tahun," pesannya.

Dengan langkah tersebut, dunia kesehatan akan sangat berpeluang untuk mendeteksi dini dan mengobati seminimal mungkin bila ditemukan adanya kanker payudara.

"Jangan takut ke rumah sakit untuk diperiksa, semakin cepat terdiagnosa, semakin cepat dan lebih mudah penanganannya, dan murah juga. Yang paling penting, tingkat kesembuhannya semakin tinggi, tingkat kumatnya pun semakin rendah," ujar Sonar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya