Perempuan Muda Bisa Alami PMOS, Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai

Tidak hanya pada usia reproduksi aktif, dokter Wei Wei menemukan pasien PMOS berusia 10.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 15:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) yang dulu disebut PCOS bukan cuma terjadi pada perempuan usia dewasa. Kondisi ini juga bisa terjadi pada usia yang lebih muda.

Dokter spesialis obsteteri dan ginekologi, Wee Wei Wei, menjelaskan bahwa banyak perempuan muda datang untuk memeriksakan kemungkinan PMOS karena siklus menstruasi mereka tidak teratur.

“Tentu saja. PMOS bisa di-diagnosis kapan saja. Banyak perempuan muda yang datang menemui saya untuk diagnosis PMOS, biasanya karena siklus haid mereka sangat tidak teratur,” tutur Wei Wei menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com melalui wawancara daring.

Dari pengalaman di ruang praktik, Wei Wei menemukan pasien dengan usia masih belia, yakni 10 tahun. Artinya, pemeriksaan bukan hanya dilakukan saat seseorang berusia 20-an atau 30-an, tetapi bisa diupayakan jauh lebih awal.

“Jadi, bukan berarti diagnosis baru bisa dilakukan saat seseorang berusia 20-an atau 30-an, bahkan bisa lebih muda. Saya pernah menangani pasien berusia 10 tahun yang didiagnosis mengalami PMOS di klinik saya," katanya.

Menstruasi Tidak Teratur Jadi Salah Satu Tanda PMOS

Menurut Wei Wei, siklus menstruasi idealnya teratur dengan siklus 21 hingga 35 hari. Bila perempuan menstruasi tiap dua hingga tiga bulan sekali patut diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

Menstruasi yang jarang atau bahkan tidak terjadi dalam waktu lama dapat berkaitan dengan gangguan ovulasi, termasuk PMOS.

Selain gangguan menstruasi, dokter dari Gleneagles Hospital Singapore ini menjelaskan sejumlah tanda lain yang perlu diperhatikan. Gejala tersebut meliputi jerawat berlebih, kulit berminyak, kenaikan berat badan, penipisan rambut atau kebotakan dengan pola tertentu, serta pertumbuhan rambut berlebih di wajah maupun tubuh.

Meski demikian, gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan PMOS. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengevaluasi keluhan, menilai kemungkinan penyebab lain, dan menentukan apakah termasuk kriteria diagnosis PMOS.

Jangan Abaikan Menstruasi yang Terhenti Lama

 

Wei Wei menyampaikan jika menstruasi sangat jarang atau berhenti dalam waktu lama, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya.

Dalam kondisi tertentu, gangguan menstruasi yang berkepanjangan akibat ovulasi yang jarang dapat meningkatkan risiko penebalan abnormal pada lapisan rahim dan kanker endometrium.

“Statistik menunjukkan bahwa risiko kanker pada lapisan dinding rahim akan meningkat. Jadi, jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama satu tahun, ia harus segera memeriksakan diri ke dokter, karena kondisi tersebut memang meningkatkan risiko kanker rahim,” pungkas Wei Wei.