Mengenal Code Stroke, Alur Cepat Penanganan Pasien Stroke di RS

Penanganan stroke melalui sistem Code Stroke terbukti mampu menurunkan angka kematian.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 27 Oktober 2026, 14:00 WIB
Penangan stroke dengan code stroke / Credits: unsplash.com

Liputan6.com, Jakarta - Code Stroke adalah sistem penanganan darurat yang dirancang untuk menangani pasien yang diduga mengalami stroke secara cepat dan terkoordinasi. Sistem ini melibatkan berbagai tim medis, mulai dari dokter emergency, spesialis neurologi, radiologi, hingga laboratorium dan farmasi, sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dokter Sigit Dewanto SpN mengungkapkan ketika seorang pasien tiba di IGD dengan gejala stroke, sistem ini diaktifkan sehingga seluruh tim medis dapat segera bersiap untuk memberikan perawatan yang diperlukan.

"Bakal ada pemeriksaan awal hingga intervensi medis menggunakan teknologi imaging seperti MRI/MRA atau CT-Scan," kata Sigit.

Penangan ini harus cepat karena stroke adalah salah satu kondisi darurat medis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat untuk meminimalkan kerusakan otak yang lebih serius.

Sigit memaparkan penanganan stroke dengan cepat melalui sistem Code Stroke terbukti mampu menurunkan angka kematian dan tingkat kecacatan yang disebabkan oleh stroke.

"Dengan penanganan yang tepat waktu, risiko kerusakan permanen pada otak dapat diminimalkan, memberikan pasien kesempatan lebih besar untuk pulih secara penuh," tutur dokter yang praktik di RS Pondok Indah – Puri Indah ini. 

Tantangan Penerapan Code Stroke

Sigit memaparkan salah satu tantangan dalam penerapan Code Stroke adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendapatkan penanganan medis secepat mungkin setelah gejala stroke muncul.

Masyarakat harus mengenali gejala awal stroke, seperti lumpuh mendadak pada satu sisi tubuh, bicara pelo, tiba- tiba sulit melakukan sesuatu hal yang sederhana, mulut miring, atau gangguan penglihatan,

"Jika mendapati gejala itu segera membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke," kata Sigit. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya