Psikolog Ungkap Pentingnya Empati, Nurani, dan Keberanian dalam Kehidupan

Psikolog Tika Bisono mengajak masyarakat mengasah empati, nurani, dan keberanian dalam kehidupan sosial.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 04 November 2026, 11:23 WIB
Psikolog Tika Bisono menjelaskan pentingnya empati, hati nurani, dan keberanian dalam kehidupan sosial. Kepekaan terhadap kondisi orang lain perlu diwujudkan melalui kesadaran, nalar, dan tindakan nyata. (Photo by Josh Hild on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak hanya perlu memikirkan kepentingan pribadi, tapi juga mempertimbangkan kondisi orang lain. Kemampuan memahami perasaan sesama, menyadari dampak tindakan, dan berani mengambil sikap menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang sehat.

Psikolog Tika Bisono mengatakan bahwa empati dan hati nurani membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Dengan begitu, seseorang tidak hanya berorientasi pada kepentingan diri sendiri, tapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan keadaan orang-orang di sekitarnya.

Menurut Tika, kepedulian sosial tidak seharusnya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pribadi maupun keluarga. Terlebih bagi mereka yang memiliki tanggung jawab dan kewenangan dalam mengambil keputusan, kepekaan terhadap kondisi masyarakat menjadi hal penting.

"Kalau pejabat publik yang benar ya, dia sangat memiliki empati terhadap situasi masyarakat yang sedang terjadi, bukan tunggu dikasih tahu," ujar Tika saat dihubungi Kesehatan Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Selasa, 3 November 2026.

Dia, menilai, empati seharusnya membuat seseorang mampu memahami keadaan orang lain tanpa harus selalu menunggu keluhan disampaikan secara langsung.

Empati Perlu Diikuti Kesadaran dan Keberanian

Selain empati dan hati nurani, Tika menekankan pentingnya kesadaran (awareness) dan keberanian dalam menghadapi persoalan sosial.

Kesadaran membuat seseorang mampu mengenali keadaan di sekitarnya. Sementara itu, keberanian diperlukan agar seseorang tidak sekadar menerima keadaan, tapi juga berani mempertanyakan dan mengambil sikap berdasarkan nilai kemanusiaan.

Tika mencontohkan Nelson Mandela sebagai salah satu tokoh dunia yang merepresentasikan keberanian dalam menghadapi keadaan. Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan film Laut Bercerita, yang diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori.

Menurutnya, kisah tersebut mengangkat persoalan kesadaran, keberanian, dan kemanusiaan yang dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat.

"Dari resensinya adalah, kesadaran si manusia, keberanian si manusia, dan penalaran si manusia, apakah kita memilih menerima saja, atau memilih untuk fight," kata Tika.

Menurutnya, keberanian bukan berarti seseorang tidak memiliki rasa takut. Lebih dari itu, keberanian merupakan kesediaan mempertahankan nilai kemanusiaan dan mengambil sikap berdasarkan kesadaran serta penalaran.

 

Kepedulian Sosial Harus Diwujudkan Lewat Tindakan

Psikolog Tika Bisono menjelaskan pentingnya empati, hati nurani, dan keberanian dalam kehidupan sosial. Kepekaan terhadap kondisi orang lain perlu diwujudkan melalui kesadaran, nalar, dan tindakan nyata. (Foto Unsplash)

Tika mengingatkan bahwa empati, kesadaran, dan keberanian tidak cukup hanya disampaikan melalui perkataan. Ketiganya perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyampaikan gagasan dan menggerakkan kesadaran masyarakat, mulai dari percakapan, perilaku, tulisan, hingga karya seni seperti lagu dan puisi.

"Itu perlu orang-orang yang menggerakkan, lewat verbal, bahasa, perilaku, tulisan, lagu. Semua ini adalah senjata intelektual ya menurut saya," ujarnya.

Dalam kehidupan sosial dan politik, penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa juga dapat menjadi bentuk ekspresi kesadaran masyarakat terhadap persoalan yang terjadi.

Meski demikian, Tika mengingatkan pentingnya memahami fakta dan konteks sebelum merespons suatu peristiwa. Masyarakat perlu menggunakan nalar agar tidak mudah terbawa penilaian yang belum tentu sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya