Maltodekstrin pada Produk Pangan, Kenali Fungsi dan Manfaatnya

Maltodekstrin merupakan karbohidrat dari pati yang kerap dianggap sebagai gula tersembunyi, padahal aman dikonsumsi selama asupannya diperhatikan.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 07:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Maltodekstrin kerap disalahpahami sebagai gula tambahan yang berbahaya. Faktanya bahan pangan tersebut dinyatakan aman dikonsumsi dan telah teregulasi oleh otoritas kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik, Diana Sunardi, menjelaskan bahwa pemahaman utuh mengenai label pangan sangat penting agar masyarakat tidak terjebak miskonsepsi dalam memilih produk pangan harian.

“Orang suka salah paham dan menganggapnya (maltodekstrin) sebagai gula juga. Padahal, maltodekstrin sebenarnya berawal dari karbohidrat kompleks dari pati yang melalui proses hidrolisis sehingga ketika masuk ke dalam tubuh menjadi mudah dicerna, sama seperti glukosa,” kata Diana dalam seminar edukatif peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 yang digelar Danone Indonesia bersama UPH di Tangerang, Kamis (15/10/2026).

Diana menjelaskan di industri pangan dan susu, maltodekstrin umumnya dimanfaatkan untuk dua fungsi utama.

Pertama, sebagai pembentuk tekstur yang berfungsi menjadi bahan pengental untuk membentuk serta memperbaiki struktur produk.

Kedua, sebagai pengganti laktosa yang digunakan pada formula khusus bagi konsumen atau anak yang memiliki sensitivitas terhadap laktosa

Apakah Maltodekstrin Aman Dikonsumsi?

Mengenai kekhawatiran yang marak beredar di media sosial terkait anggapan bahwa maltodekstrin merupakan "gula tersembunyi" berbahaya, Diana menegaskan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

“Maltodekstrin sebenarnya sudah dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan digunakan pada produk pangan. Penggunaannya diatur tidak hanya oleh WHO, tetapi juga BPOM di Indonesia. Secara umum maltodekstrin ini aman, yang terpenting adalah total konsumsi harian kita,” tegasnya.

Meski aman, Diana mengingatkan bahwa sifat maltodekstrin saat diproses di dalam tubuh tetap dapat meningkatkan kadar gula darah dan memberikan asupan energi yang sama dengan gula.

Perbedaan Gula, Maltodekstrin, dan Pemanis Buatan

Untuk membantu masyarakat memilih produk secara bijak, Diana membeberkan perbandingan tiga bahan yang sering ditemukan pada kemasan:

  • Gula (Karbohidrat Sederhana): Bersumber dari bahan alami seperti tebu, biasa dikonsumsi harian, memiliki rasa manis yang jelas, serta langsung memberikan energi dan meningkatkan kadar gula darah.
  • Maltodekstrin: Berasal dari karbohidrat kompleks (pati) dengan rasa manis lebih rendah dibanding gula. Digunakan sebagai pembentuk tekstur dan bukan pemanis utama, namun efeknya terhadap kenaikan gula darah dan energi sama seperti gula.
  • Pemanis Buatan: Dibuat dari bahan sintetis kimiawi dengan rasa yang sangat manis. Bahan ini tidak mengandung karbohidrat sehingga tidak menghasilkan energi maupun meningkatkan kadar gula darah.

Karena pemanis buatan tidak menaikkan gula darah, bahan ini kerap menjadi alternatif populer bagi penderita diabetes. Kendati demikian, Diana mengingatkan bahwa pilihan paling ideal untuk kesehatan tetaplah membiasakan diri mengurangi asupan manis.

“Pemanis buatan tidak meningkatkan gula darah karena tidak ada kandungan karbohidratnya, sehingga sering dipakai penderita diabetes. Tapi kalau kami sebagai dokter, menyarankan lebih baik tidak usah pakai manis-manis sekalian,” imbau Diana.