Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan anak bukan hanya kemampuan akademis atau skor (IQ)Â Intelligence Quotient). Kemampuan mengenali emosi, mengendalikan perasaan, berempati, dan membangun hubungan dengan orang lain juga perlu diasah sejak dini karena menjadi bagian penting dari perkembangan anak di 1.000 hari pertama kehidupan.
Menurut psikolog Ratih Ibrahim, ada masa sensitive period dalam perkembangan anak. Ketika masuk sensitive period, otak dan perilaku anak sangat responsif terhadap pengalaman tertentu, sehingga stimulasi yang tepat dapat memberikan dampak yang lebih kuat.Â
Penting bagi orangtua untuk mengetahui sensitive period untuk melatih regulasi emosi, empati, komunikasi, dan membangun relasi terus berkembang.
Advertisement
"Pada masa sensitive period perkembangan sosial dan emosional, stimulasi kecerdasan emosional tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang rumit," kata Ratih dalam diskusi bersama Danone pada Kamis (8/10/2026).
Orangtua dapat mulai dengan merespons emosi anak secara tenang, membantu anak memahami perasaannya, mendengarkan tanpa menghakimi, memberi contoh cara mengelola emosi.
Bisa juga dengan mengajak anak bermain dan belajar bergantian, membaca buku bersama, mengajukan pertanyaan sederhana tentang perasaan tokoh, serta memberi kesempatan anak berinteraksi dan menyelesaikan masalah sesuai usianya.
"Anak belajar terutama melalui hubungan, pengamatan, pengalaman, dan contoh perilaku yang diberikan orang dewasa di sekitarnya," pesan Ratih.
Anak Tantrum Jangan Jadi Orangtua Tantrum
Ratih mencontohkan ketika ayah atau ibu menghadapi anak yang tantrum. Kondisi ini kerap menjadi ujian bagi orangtua karena amarah bisa ikut keluar.
"Kalau anaknya lagi tantrum, apalagi di usia toddler, usia balita, ibunya jangan ikutan tantrum. Karena anak jadi belajar bahwa, 'oh ini ternyata boleh kayak begini', kalau ibunya tantrum," katanya.
"Jadi kalau ibunya tantrum, anaknya jadi makin tantrum. Anak akan belajar bahwa emotional regulation-nya jadi persis kayak ibunya," kata anggota Tim Ahli Program Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan itu mengutip Antara.
Alih-alih marah dan emosi, ia mengatakan, orangtua sebaiknya berusaha memahami dan membantu anak mengenali emosi yang sedang dirasakan serta mengendalikan emosinya. Misalnya dengan mengucapkan, "Iya mama ngerti, ibu ngerti ya kamu kesal."
Tindakan semacam itu dapat membantu menghadirkan kesadaran pada diri anak bahwa memiliki perasaan negatif adalah hal yang wajar dan mereka tetap dicintai.
Advertisement
Perhatikan Nutrisi Juga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371532/original/014557300_1791793470-Event_08102026__2_.jpeg)
Selain stimulasi dan pengasuhan yang responsif, pemenuhan nutrisi juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kesehatan pencernaan.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Executive Director Indonesia Health Development Center (IHDC) menjelaskan bahwa otak dan saluran pencernaan saling terhubung melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-brain axis (GBA).
"Untuk mendukung kecerdasan emosional dan potensi anak secara optimal, stimulasi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, terutama untuk mendukung kesehatan pencernaan anak. Sebab, sering kali dikatakan bahwa pencernaan merupakan otak kedua anak," jelas Ray di kesempatan yang sama.
Ia menjelaskan, hubungan antara otak dan saluran pencernaan turut melibatkan mikrobiota usus. Komunitas mikroorganisme ini berperan dalam fungsi pencernaan dan berinteraksi dengan sistem yang menghubungkan usus dan otak. Karena itu, kesehatan pencernaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan demikian, stimulasi emosional, pengasuhan responsif, serta pemenuhan nutrisi dan kesehatan pencernaan perlu berjalan beriringan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371531/original/001747900_1791793470-Event_08102026__5_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4909744/original/044764500_1722843074-lance-reis-Abm4nWU36QU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4929956/original/027221100_1724816378-pexels-rdne-7490773.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315406/original/001041700_1785837019-a00ba15d-9b7f-45e3-8166-e6eddc2067fb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4681527/original/029738600_1702271706-pexels-sam-lion-6001192.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844846/original/34749200_1716872094-poor-pity-cute-asian-brunette-female-student-cannot-stand-loud-noises-able-study-noisy-dormitory-look-up-disturbed-displeased-frowning-complaining-ignorant-neighbours-shut-ears.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4589360/original/016391200_1695725396-pexels-keira-burton-6147143.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688983/original/042410400_1702788477-zodiak_zok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3075657/original/090629400_1584082568-shutterstock_613032584.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1647214/original/043220400_1499922327-flaunter-com-174295.jpg)