3 Cara Orang Tua Dampingi Remaja Pakai AI dengan Bijak

AI makin dekat dengan kehidupan manusia termasuk remaja. Lewat komunikasi terbuka, orang tua bisa dampingi anak agar pakai AI dengan bijak.

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan keseharian remaja. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkreasi, hingga mencari ide.

Di tengah perkembangan tersebut, orang tua perlu memahami pengalaman anak di ruang digital agar dapat mendampingi mereka menggunakan AI secara bijak.

Psikolog klinis dan keluarga sekaligus Co-Founder Good Enough Parents, Pritta Tyas Mangestuti, megajak orang tua alih-alih membatasi tapi mengeksplorasi AI bersama anak untuk membangun kebiasaan digital yang sehat.

"Menciptakan lingkungan yang aman dan suportif tanpa rasa takut dihakimi adalah fondasi utama dalam hubungan keluarga. Hal ini juga termasuk saat mendampingi kehidupan digital remaja, seperti bagaimana mereka memanfaatkan AI," kata Pritta. 

Ia pun menyarankan agar keluarga menjaga komunikasi terbuka sehingga bisa bangun kepercayaan dan bangun anak remaja punya kebiasaan digital yang sehat.

Berikut tiga saran Pritta bagi orang tua untuk mendampingi remaja menggunakan AI seperti ChatGPT secara lebih aman dan bijak:

1. Bangun Batasan yang Sehat Bersama Remaja

Pritta mengatakan orang tua perlu tetap terlibat dalam kehidupan digital remaja, salah satunya dengan membuka percakapan mengenai cara mereka memanfaatkan teknologi sehari-hari. Diskusi yang hangat dapat menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk menyepakati kebiasaan penggunaan AI yang sehat.

Di ChatGPT misalnya, ada fitur Pengawasan Orang Tua yang dapat ditautkan untuk membantu mengatur penggunaan. Ajak remaja diskusi mengenai lama waktu yang digunakan untuk mengkases AI. Ada juga mode Jam Belajar yang selama jadwal tersebut setiap percakapan baru secara otomatis dimulai dalam Mode Belajar.

2. Batasan Privasi dan Interaksi Saat Menggunakan AI

Selain mengatur waktu penggunaan, orang tua perlu membantu remaja memahami pentingnya menjaga privasi saat berinteraksi dengan AI. Remaja perlu mengetahui informasi apa yang aman dibagikan dan apa yang sebaiknya dirahasiakan, termasuk data pribadi yang dapat mengidentifikasi diri mereka.

Orang tua juga dapat mengajak anak berdiskusi tentang cara menggunakan AI secara bertanggung jawab, misalnya dengan memeriksa kembali informasi yang diperoleh. Termasuk tidak langsung menganggap semua jawaban AI sebagai fakta.

3. Ajak Remaja Berdiskusi tentang AI 

Percakapan tentang AI tidak harus berlangsung formal atau membahas teknologi secara rumit. Orang tua bisa memulainya dengan pertanyaan sederhana, seperti bagaimana anak menggunakan AI untuk belajar, hal apa yang menarik baginya, atau apakah pernah menemukan jawaban AI yang terasa membingungkan.

Pendekatan ini dapat membantu orang tua memahami pengalaman anak sekaligus membuka ruang diskusi tentang manfaat dan risiko penggunaan AI.