Ibu Hamil Terpapar Asap Karhutla, Dokter Ingatkan Tanda Bahaya Ini

Ibu hamil di wilayah terdampak karhutla harus segera pergi ke fasilitas kesehatan atau menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi bila menemui gejala beri

Liputan6.com, Jakarta - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh dianggap sepele. Ibu hamil yang berada di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu mengenali tanda bahaya yang mengharuskan segera mendapatkan pertolongan medis.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis kedokteran fetomaternal, Novan Satya Pamungkas, mengatakan ibu hamil harus segera pergi ke fasilitas kesehatan atau menemui dokter spesialis obstetri dan ginekologi bila mengalami kondisi berikut:

  • Gejala pernapasan: Batuk terus-menerus, sesak napas yang memberat, atau nyeri dada.
  • Gejala sistemik: Pusing hebat, mual, atau tubuh terasa sangat lemas.
  • Gejala darurat kehamilan: Keluar flek atau perdarahan dari jalan lahir, keluar air ketuban mendadak, adanya kontraksi rahim (ancaman prematur), atau merasakan gerakan janin yangberkurang tidak seperti biasanya.

Mengapa Ibu Hamil Rentan Terhadap Asap Karhutla?

Novan mengungkapkan asap karhutla mengandung gas beracun seperti karbon monoksida (CO) dan partikel halus mikroskopis (PM2.5).

"Zat-zat berbahaya ini dapat masuk ke dalam paru-paru dan terikat dengan sel darah ibu, sehingga menghambat pasokan oksigen dan nutrisi yang sangat dibutuhkan janin untuk bertahan hidup," katanya. 

Kondisi udara yang dipenuhi asap karhutla juga menyebabkan perubahan fungsi pernapasan, peningkatan metabolisme, serta meningkatnya kebutuhan oksigen. Hal ini tentu berdampak buat ibu hamil.

"Kehamilan membuat tubuh ibu hamil jauh lebih sensitif terhadap polusi udara dibandingkan dengan orang dewasa sehat lainnya," kata dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya ini menjawab pertanyaan Liputan6.com.

 

Â