Hasil Uji BRIN Ungkap Pengguna Vape Rentan Diabetes

Berdasarkan sampel uji BRIN, pengguna vape mengalami gangguan produksi insulin yang berhubungan diabetes.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan vape (rokok elektrik) tidak hanya berdampak pada paru. Berdasarkan uji yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ternyata penggunaan vape juga terkait dengan gangguan produksi insulin yang berhubungan dengan diabetes.

“Vape ini secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, berdampak kepada kesehatan, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas,” kata Kepala BRIN Prof Arif Satria usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta mengutip Antara.

Arif menjelaskan berdasarkan uji BRIN, dampak vape terhadap paru-paru ditemukan pada sekitar 92 persen sampel yang diperiksa. Sementara itu, dampak yang berkaitan dengan diabetes disebut ditemukan pada 100 persen sampel penelitian.

“Bahkan paru-paru dari sampel yang ada, yang terkena itu kurang lebih sekitar 92 persen. Tapi kalau dampak terhadap diabetes itu sampai 100 persen,” ujar Arif.

Namun, angka tersebut berdasarkan penelitian sampel yang diuji BRIN. Perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak vape pada kesehatan pada masyarakat yang lebih luas.

Vape Disebut Bisa Jadi Celah Penyalahgunaan Narkoba

Selain dampak terhadap kesehatan, Arif menyoroti penggunaan vape yang menurutnya dapat menjadi salah satu celah untuk penyalahgunaan narkoba.

“Namun demikian, vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengkaji berbagai regulasi terkait.

Kajian tersebut akan didukung hasil riset dan naskah akademik yang nantinya dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan.

Dalam rapat terbatas yang membahas persoalan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan penguatan pencegahan penyalahgunaan narkoba serta peningkatan kualitas pusat rehabilitasi.

“Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” kata Arif.