Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Tembus 30 Ribu, Melonjak 2 Bulan Terakhir

Lonjakan kasus ISPA di Kabupaten Tangerang terjadi pada Agustus-September. Apa penyebabnya?

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten menyentuh 30 ribu pasien hingga akhir September 2026. Dinas kesehatan setempat pun mencurigai di dalam angka tersebut terdapat pasien influenza tipe A.

"Jenis nya kita belum tahu rinci lagi, karena tidak diperiksa di laboratorium jenis virusnya apa saja,"ungkap Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dokter Hendra Tarmizi pada Senin (5/10/2026).

Menurutnya, angka tersebut melonjak jauh pada kurun waktu dua bulan terakhir. Sebelum bulan Agustus, angka kasus ISPA menyentuh 19 ribu hingga 25 ribu pasien, tapi angkanya melonjak di bulan Agustus dan September 2026.

"Biasanya 19 sampai dengan 25 ribu. Tapi mulai Agustus - September, jadi 28 sampai dengan 30 ribu kasus ISPA," ujarnya.

Mayoritas pasien pun mendapat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat satu dan ditanggung BPJS Kesehatan seperti Puskesmas ataupun klinik. Bila tak bisa tertangani langsung dibawa ke UGD rumah sakit terdekat.

Mengena ciri-ciri penyakit ISPA, sangat mirip dengan influenza. Seperti batuk, demam hingga 40 derajat Celsius, pusing dan nyeri sekujur tubuh.

"Ini akibat dari udara kering yang terlalu lama. Kalau tidak dibarengi dengan daya tahan tubuh baik, siapapun bisa kena. Terutama pada usia anak," ujarnya.

Tentang ISPA

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, sinus, tenggorokan, hingga paru-paru.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus, namun pada beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri atau kombinasi keduanya.

ISPA dapat menyerang siapa saja dan mudah menular melalui percikan ludah (droplet) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara, maupun melalui tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gejala ISPA dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Pada sebagian besar kasus, gejala bersifat ringan, tetapi dapat berkembang menjadi lebih berat apabila tidak ditangani dengan baik.

Beberapa gejala ISPA yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Batuk, baik batuk kering maupun berdahak.
  • Pilek atau hidung tersumbat.
  • Sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.
  • Demam.
  • Bersin.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Badan terasa lemas atau mudah lelah.
  • Suara serak.
  • Nafsu makan menurun.

Pencegahan ISPA

ISPA dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam.
  • Menggunakan masker ketika sedang sakit atau saat kualitas udara sedang buruk.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta rutin berolahraga.
  • Melengkapi imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.