Liputan6.com, Jakarta - Isu wabah pes mencuat di Rusia setelah seorang pekerja laboratorium meninggal akibat pneumonia berat dengan penyebab yang belum diketahui. Kasus tersebut memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan paparan penyakit menular berbahaya, termasuk pes pneumonik, setelah pekerja itu dilaporkan mengalami insiden saat menangani sampel bakteri di laboratorium.
Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan pekerja tersebut didiagnosis mengalami 'pneumonia of unknown etiology'Â atau pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.
Meski demikian, otoritas setempat menegaskan kondisi epidemiologis di wilayah Irkutsk dan Shelekhov masih stabil, seperti dikutip CNN pada Senin (5/10/2026).
Advertisement
Pekerja Laboratorium Meninggal setelah Pneumonia Berat
Seorang pekerja perempuan berusia 28 tahun di Institut Penelitian Antipes di Shelekhov, Rusia, dilaporkan mengalami insiden saat bekerja dengan sampel bakteri di laboratorium.
Menurut laporan media setempat, perempuan tersebut memecahkan tabung reaksi yang diduga berisi bakteri penyebab pes. Namun, belum diketahui secara pasti agen apa yang terlepas dalam insiden tersebut.
Dugaan pes kemudian disampaikan Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov. Sebelumnya, ia mengatakan pekerja tersebut meninggal 'kemungkinan akibat pes'.
Namun, pernyataan tersebut masih berupa dugaan dan belum menjadi diagnosis resmi. Rospotrebnadzor hingga kini masih menyebut penyebab pneumonia yang dialami pekerja tersebut belum diketahui.
Mengapa Muncul Dugaan Pes Pneumonik?
Kekhawatiran mengenai pes pneumonik muncul karena bentuk penyakit ini menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
Berbeda dengan bentuk pes lainnya yang umumnya berkaitan dengan kutu atau hewan terinfeksi, pes pneumonik dapat menular dari manusia ke manusia melalui partikel pernapasan.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pes pneumonik dapat menyebabkan demam, sakit kepala, kelemahan, serta pneumonia yang berkembang dengan cepat.
Gejalanya antara lain sesak napas, nyeri dada, batuk, serta lendir yang dapat berair atau bercampur darah.
Pes pneumonik merupakan salah satu dari tiga bentuk utama penyakit pes yang disebabkan Yersinia pestis. Dua bentuk lainnya dapat terjadi akibat paparan kutu yang terinfeksi, hewan terinfeksi, atau jaringan hewan tersebut.
Pes Dapat Diobati jika Ditangani dengan Cepat
Meski dapat menjadi penyakit serius dan berakibat fatal, pes dapat ditangani jika mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pes dapat diobati menggunakan antibiotik. Langkah-langkah pencegahan juga diperlukan untuk menghentikan penularan penyakit.
Karena itu, kasus di Irkutsk perlu dibedakan antara dugaan paparan pes dan diagnosis pes yang telah dikonfirmasi.
Hingga kini, Rospotrebnadzor masih menyatakan pekerja tersebut mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas juga menegaskan situasi epidemiologis di wilayah Irkutsk dan Shelekhov tetap stabil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491064/original/034437400_1770081229-engin-akyurt-YC1BOfrhGqI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365449/original/071224400_1791178520-Jerman_Ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3979504/original/023040900_1648626579-viki-mohamad-hYcSP6SpoK0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3979504/original/023040900_1648626579-viki-mohamad-hYcSP6SpoK0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5661081/original/078913900_1778301981-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_11.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683906/original/049963500_1702391810-kelly-sikkema-lgWqGhqSr0g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3292260/original/011894500_1604992713-davide-ragusa-g32g_IBprFA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353604/original/047107400_1789970916-000_C8UW6NV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335808/original/056990900_1788066258-uk1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292544/original/017588400_1783605639-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325134/original/097765900_1786815789-Untitled.jpg)