Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Singapura memberikan subsidi biaya berobat bagi warganya yang mengalami masalah kesehatan akibat kabut asap lintas batas (transboundary haze) pada 11 Oktober 2026.
Kebijakan ini berlaku per 12 Oktober 2026 bagi warga Singapura yang berobat di poliklinik atau klinik dokter umum yang bekerja sama dengan Public Health Preparedness Clinic (PHPC) Scheme.
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan kebijakan ini diterapkan melihat makin buruknya kualitas udara akibat kabut asap lintas batas. Apalagi Kementerian Kesehatan Singapura juga melihat peningkatan jumlah orang yang mengunjungi unit gawat darurat rumah sakit dan poliklinik untuk masalah pernapasan.
Advertisement
“Saya pikir ini bukan hanya karena kabut asap, tetapi juga karena musim kabut asap tahun ini bertepatan dengan musim Influenza A (dan) saling memperburuk,” kata Ong di sela acara komunitas di Bukit Canberra, mengutip The Straits Times, Selasa (13/10/2026)
Warga Singapura yang berobat akibat kabut asap di poliklinik akan membayar tidak lebih dari SGD 10 atau sekitar Rp 139 ribu di bawah kebijakan Haze Subsidy Scheme (HSS).
Lalu, anak-anak berusia di bawah 18 tahun, warga lanjut usia di atas 65 tahun, dan pemegang kartu biru dan oranye Skema Bantuan Kesehatan Masyarakat serta Kartu Pembebasan Biaya Medis tidak akan membayar lebih dari SGD 10 saat berobat di PHPC.
Sementara itu, para lansia Generasi Perintis dan Generasi Merdeka bila berobat karena mengalami masalah kesehatan akibat kabut asap bakal membayar maksimal SGD 5 atau sekitar Rp 69 ribu.
Sedangkan warga yang masuk dalam daftar Bantuan Publik akan mendapatkan subsidi penuh saat berobat di poliklinik maupun PHPC yang berpartisipasi.
Kondisi medis yang memenuhi syarat untuk tarif bersubsidi adalah rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan atas, dan komplikasi yang timbul dari penyakit-penyakit tersebut.
Ong mengatakan bahwa ada 1.370 klinik dalam skema PHPC, dan hampir 1.000 telah “merespons positif” terhadap pengumuman tersebut.
Menkes Singapura: Bila Kondisi Serius, Segera ke IGD
Ong mengingatkan warga yang memiliki masalah pernapasan segera mencari pertolongan medis ke klinik. Sementara itu, warga dengan kondisi medis yang lebih serius harus mengunjungi ruang instalasi gawat darurat (IGD).
“Pergilah ke klinik atau dokter keluarga. Sehingga IGD untuk mereka yang memiliki kondisi sangat mendesak dan sangat serius,” pesannya.
Skema Subsidi Kesehatan (HSS) diperkenalkan pada tahun 2013. Terakhir kali diaktifkan selama krisis kabut asap tahun 2015, yang menyebabkan Indeks Standar Polutan (PSI) di negera tetangga Indonesia itu sempat mencapai 341 pada pagi hari tanggal 25 September. Tahun itu, skema subsidi berlaku dari tanggal 16 September hingga 22 November.
Pemerintah Singapura memperkirakan kondisi kabut asap akan lebih lama pada 2026 karena perubahan iklim dan peralihan ke musim hujan yang semakin panjang. Ong memprediksi kabut asap kemungkinan akan berlangsung beberapa minggu lagi.
Saat ini rumah sakit pun berjaga-jaga bila alami peningkatan masalah kesehatan akibat kabut asap lintas batas.
“Kami sedang mendata persediaan darurat dan stok kami, dan saya rasa persediaan kami cukup memadai,” tambahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412025/original/093491300_1479719891-Singapura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189139/original/057382300_1744757018-kopi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4579315/original/033729000_1695020733-1_000_33V92BY.jpg)