Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tren kecantikan yang ramai di media sosial, mengenali kebutuhan diri sendiri menjadi langkah penting sebelum menjalani perawatan estetika. Selain menentukan perubahan yang diinginkan, pasien perlu memahami risiko, hasil yang realistis, serta waktu pemulihan sebelum mengambil keputusan.
Pendiri Mufti Clinic, dr. Abdul Wahid Mufti, mengatakan, konsultasi menjadi kesempatan bagi pasien untuk menyampaikan keinginan dan memahami pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.
"Wajah adalah identitas kita. Bagi saya, hasil yang natural adalah hasil yang selaras dengan karakter wajah pasien. Karena itu, percakapan perlu dimulai dari apa yang ingin dicapai pasien dan apa yang realistis untuk diupayakan,"Â ujarnya.
Advertisement
Menurutnya, setiap pasien memiliki alasan berbeda untuk menjalani perawatan estetika. Ada yang ingin mengatasi perubahan wajah seiring bertambahnya usia, ada pula yang ingin merasa lebih nyaman dengan penampilannya.
Oleh sebab itu, perawatan estetika perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu, bukan sekadar mengikuti tren atau meniru penampilan orang lain.
1. Kenali Tujuan Perawatan Estetika
Sebelum menjalani perawatan estetika, pasien perlu memahami bagian wajah yang menjadi perhatian dan perubahan yang diharapkan.
Referensi dari media sosial dapat membantu pasien menjelaskan keinginannya kepada dokter. Namun, hasil yang terlihat pada orang lain belum tentu sesuai dengan karakter wajah setiap individu.
Mufti menekankan pentingnya membicarakan ekspektasi sejak awal. Pasien perlu mengetahui hasil yang realistis dan batas perubahan yang dapat diupayakan melalui prosedur tertentu.
Dengan begitu, keputusan menjalani perawatan didasarkan pada kebutuhan pribadi, bukan tekanan tren kecantikan atau keinginan untuk menyamai penampilan orang lain.
2. Sampaikan Riwayat Medis dan Pahami Risikonya
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah keterbukaan mengenai kondisi kesehatan. Pasien sebaiknya menyampaikan riwayat penyakit, alergi, penggunaan obat, serta tindakan estetika yang pernah dijalani jika relevan.
Informasi tersebut membantu dokter menilai kondisi pasien dan menentukan pilihan perawatan yang sesuai.
Pasien juga perlu menanyakan manfaat, risiko, kemungkinan efek samping, serta proses pemulihan dari tindakan yang dipertimbangkan.
"Pasien bisa membawa referensi, dan itu membantu saya memahami keinginannya. Selanjutnya, kami perlu membicarakan kesesuaiannya dengan karakter wajah, batas hasil yang dapat diupayakan, serta risiko dan pemulihannya,"Â katanya.
Memahami informasi tersebut membantu pasien mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum menyetujui tindakan.
3. Pertimbangkan Waktu Pemulihan dan Anggaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518943/original/059846100_1627030040-feeh-costa-zoIbK75ZNbg-unsplash.jpg)
Selain tujuan dan risiko, pasien perlu mempertimbangkan waktu pemulihan serta biaya perawatan.
Setiap prosedur memiliki kebutuhan pemulihan yang berbeda. Oleh sebab itu, pasien perlu menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Jadwal tindakan juga sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari. Jika memiliki agenda penting dalam waktu dekat, pasien dapat mendiskusikan waktu yang tepat untuk menjalani perawatan bersama dokter.
Dari sisi biaya, pasien perlu memahami perkiraan pengeluaran, termasuk kemungkinan biaya perawatan lanjutan jika diperlukan. Apabila ada beberapa area yang ingin ditangani, diskusikan prioritasnya terlebih dahulu.
Â
Advertisement
Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373115/original/072927800_1791951808-yara-amaral-C08I6jjfnxE-unsplash.jpg)
Menurut Mufti, kesiapan pasien menjadi bagian penting dalam perencanaan perawatan estetika. Tindakan dapat dipertimbangkan untuk ditunda jika kondisi pasien sedang tidak fit atau waktu pemulihan terlalu dekat dengan agenda penting.
Pasien juga tidak harus langsung menjalani prosedur setelah berkonsultasi. Luangkan waktu untuk memahami informasi, mengajukan pertanyaan, dan mempertimbangkan pilihan yang tersedia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375558/original/020427100_1792157857-Image_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4097345/original/093823400_1658476106-british-baby-box-SKlpWmPjp3c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555972/original/034600200_1630373247-rosie-sun-rTwhmFSoXC8-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135605/original/023872200_1739780417-young-smiling-businesswoman-stretching-with-her-eyes-closed-while-working-computer-office.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550729/original/081808000_1692879444-IMG_0136.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4451253/original/087658000_1685708124-stephen-andrews-GwgFPDXiSIs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346633/original/066317100_1789187017-jonas-leupe-wK-elt11pF0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372853/original/018660000_1791895685-IMG_5665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160662/original/010031300_1663314792-massimo-rinaldi-FmgZ5xzDG-s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374575/original/047589700_1792055567-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_15.33.00.jpeg)