Liputan6.com, Jakarta - Vaksin kanker yang dirancang secara khusus untuk setiap pasien menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis besar. Ketika diberikan bersama obat imunoterapi, vaksin eksperimental ini mampu menurunkan risiko kekambuhan melanoma atau kematian hingga 42 persen dibandingkan dengan penggunaan imunoterapi saja.
Temuan tersebut berasal dari penelitian internasional yang melibatkan 1.137 pasien dengan melanoma berisiko tinggi, salah satu jenis kanker kulit. Hasil uji klinis fase 3 ini dilaporkan pada Oktober 2026 dan menjadi perkembangan penting dalam penelitian pengobatan kanker yang dipersonalisasi.
Penelitian tersebut menguji vaksin bernama intismeran yang dikembangkan oleh Moderna bersama perusahaan farmasi MSD. Vaksin ini diberikan bersama Keytruda, obat imunoterapi yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker.
Advertisement
Vaksin Kanker Dibuat Sesuai Kondisi Pasien
Berbeda dengan vaksin untuk mencegah penyakit, vaksin kanker yang dipersonalisasi ini ditujukan bagi pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan tumor, tetapi masih berisiko mengalami kekambuhan.
Dalam penelitian tersebut, seluruh peserta menerima Keytruda. Sekitar dua pertiga peserta juga mendapatkan vaksin eksperimental, sedangkan sisanya menerima plasebo atau obat tiruan.
Vaksin intismeran menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), seperti yang digunakan dalam sejumlah vaksin COVID-19. Teknologi ini memungkinkan vaksin dirancang berdasarkan karakteristik genetik tumor masing-masing pasien.
Sampel tumor dianalisis untuk mengidentifikasi perubahan genetik yang menghasilkan penanda khusus pada sel kanker. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membuat vaksin yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker dengan karakteristik serupa jika masih tersisa atau kembali muncul.
Dengan pendekatan ini, pengobatan diharapkan dapat bekerja lebih terarah sesuai karakteristik kanker setiap pasien.
Konsultan onkologi medis yang membantu menjalankan sebagian penelitian bersama pasien di Addenbrooke's Hospital, Cambridge, Prof. Pippa Corrie, menilai teknologi tersebut sangat menjanjikan.
"Personalisasi merupakan langkah berikutnya dan ini sangat menarik. Teknologinya luar biasa," kata Corrie dikutip dari BBC pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Namun, dia menegaskan bahwa manfaat pengobatan tetap perlu dibuktikan melalui penelitian. Menurutnya, uji klinis ini menjadi bukti awal untuk menguji potensi pendekatan tersebut.
Risiko Penyebaran Melanoma Turun 38 Persen
Selain menurunkan risiko kekambuhan atau kematian hingga 42 persen, kombinasi vaksin dan imunoterapi juga menurunkan risiko penyebaran kanker ke bagian tubuh lain atau kematian sebesar 38 persen dibandingkan dengan imunoterapi saja.
Dalam dua tahun, sekitar 82 persen pasien yang menerima kombinasi vaksin dan Keytruda masih hidup tanpa kekambuhan kanker. Pada kelompok yang hanya menerima Keytruda, angkanya sekitar 70 persen.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti masih perlu melakukan pemantauan jangka panjang untuk mengetahui apakah pengobatan ini benar-benar meningkatkan kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan.
Prof. Alan Melcher dari Institute of Cancer Research di London, yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut hasil tersebut 'sangat mengesankan'.
Namun, dia mengingatkan bahwa keberhasilan pada melanoma tidak otomatis berarti pendekatan serupa akan efektif untuk semua jenis kanker.
"Pemantauan jangka panjang penting untuk memahami dampaknya terhadap kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan," kata Melcher.
Masih Menunggu Persetujuan Regulator
MSD dan Moderna menyatakan pendekatan serupa juga sedang diteliti untuk kanker lain, termasuk kanker ginjal, kandung kemih, dan paru-paru.
Meski demikian, vaksin intismeran masih merupakan pengobatan eksperimental. Penggunaannya secara luas akan bergantung pada hasil evaluasi regulator serta biaya, mengingat setiap pasien membutuhkan analisis genetik tumor dan pembuatan vaksin khusus.
Karena itu, temuan ini belum berarti vaksin tersebut sudah tersedia untuk digunakan secara rutin. Penelitian akan berlanjut untuk menilai keamanan, kekambuhan kanker, dan manfaat jangka panjangnya bagi pasien.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127399/original/037021500_1739171163-national-cancer-institute-fi3zHLxWrYw-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5294924/original/059949500_1753424920-aditya-romansa-5zp0jym2w9M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339080/original/098487900_1788396987-17883607641024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381538/original/055553900_1680507971-Thumbnail_Liputan6.com-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320337/original/020715600_1786345570-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T140430.897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457027/original/073442900_1621150601-20210516-COVID-19-Taiwan-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)