Psikolog: Jangan Hakimi Keluarga yang Memilih Hidup Lebih Sederhana

Psikolog Ayoe Sutomo mengingatkan pentingnya mendukung kaum tengah yang memilih downgrade gaya hidup.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Downgrade gaya hidup menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil kaum tengah ketika penghasilan tak lagi mampu mengimbangi kebutuhan hidup. Menjual mobil, mengurangi pengeluaran, atau menjalani kehidupan yang lebih sederhana bisa menjadi langkah untuk menjaga keuangan.

Dalam kondisi ini, Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Ayoe Sutomo, mengingatkan pentingnya menghargai keputusan keluarga tanpa menghakimi mereka. Dia mengatakan bahwa salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan kepada keluarga yang memilih hidup lebih sederhana adalah tetap menghargai keputusan mereka.

Menurut Ayoe, keluarga maupun teman yang melakukan downgrade gaya hidup perlu tetap diperlakukan dengan baik, tanpa dijauhi atau dianggap lebih rendah karena perubahan kondisi ekonomi.

"Jadi, dengan tidak meninggalkan mereka, dengan tetap menganggap bahwa itu adalah pilihan terbaik untuk keluarga mereka, dengan tidak kemudian membicarakan, tidak kemudian menjauhkan," ujar Ayoe kepada Kesehatan Liputan6.com, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Hindari Komentar yang Membuat Keluarga Merasa Rendah Diri

Keputusan menurunkan standar hidup sering kali terlihat dari perubahan yang mudah dikenali, seperti menjual mobil dan menggantinya dengan kendaraan yang lebih kecil. Meski demikian, orang lain belum tentu mengetahui pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Oleh sebab itu, komentar yang terkesan mengasihani sebaiknya dihindari. Ayoe mencontohkan pernyataan seperti,'Aduh, kasihan banget sampai jual mobil'. Kalimat tersebut mungkin disampaikan tanpa maksud menyakiti.

Namun, bagi keluarga yang sedang berusaha menata kembali kondisi keuangannya, komentar semacam itu bisa membuat mereka merasa malu atau dinilai gagal mempertahankan kehidupan seperti sebelumnya.

Selain itu, kebiasaan membandingkan nasib juga bukan bentuk dukungan yang bijaksana. Misalnya, seseorang mengatakan bahwa kondisinya masih lebih buruk dibandingkan orang lain.

Meski tujuannya mungkin untuk membuat lawan bicara merasa lebih beruntung, membandingkan kesulitan tidak selalu membantu seseorang menghadapi masalahnya.

Penurunan Standar Hidup Bisa Memengaruhi Kondisi Psikologis

Perubahan kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Ketika kehidupan yang dijalani tidak lagi senyaman dahulu, seseorang bisa membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalunya.

Perbandingan tersebut dapat memunculkan emosi negatif, termasuk rasa malu karena merasa tidak berkembang atau justru mengalami kemunduran.

Kondisi yang terus menurun juga dapat memicu kecemasan mengenai masa depan. Seseorang mungkin terus memikirkan bagaimana kehidupannya kelak jika kondisi ekonomi tidak kunjung membaik.

Tekanan semacam ini bahkan bisa memengaruhi kemampuan seseorang mengambil keputusan secara objektif. Dalam situasi sulit, kapasitas kognitif untuk berpikir jernih cenderung menurun sehingga keputusan impulsif lebih mudah terjadi.

Menghargai Keputusan Menjadi Bentuk Dukungan

Ayoe menekankan pentingnya menjaga agensi atau kemampuan seseorang untuk menentukan pilihan bagi dirinya dan keluarganya.

Artinya, orang-orang terdekat perlu memberikan ruang bagi keluarga untuk mengambil keputusan yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa menyalahkan atau terus-menerus mengomentarinya.

Menjual mobil, mengurangi pengeluaran, atau memilih kehidupan yang lebih sederhana tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kegagalan. Bisa jadi, keputusan tersebut merupakan langkah realistis untuk menjaga kondisi keuangan sekaligus mempersiapkan masa depan.

Pada akhirnya, mendukung keluarga yang melakukan downgrade gaya hidup tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan materi. Menghargai keputusan mereka, menjaga hubungan baik, dan tidak memberikan komentar yang menghakimi juga merupakan bentuk dukungan yang berarti.

Sebab, di tengah perubahan kondisi ekonomi, setiap keluarga membutuhkan ruang untuk menata kembali kehidupannya tanpa harus merasa malu atas pilihan yang diambil.