Liputan6.com, Jakarta - Ada tiga tipe gangguan pendengaran yang perlu diwaspadai. Menurut dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT), Elisabeth Uli Artha Sirait, ketiga tipe itu adalah:
Gangguan Pendengaran Konduktif
Advertisement
Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika ada masalah pada telinga luar atau tengah yang menghalangi suara mencapai telinga dalam. Penyebabnya bisa berupa kotoran telinga, infeksi telinga tengah, atau kerusakan gendang telinga.
Gangguan Pendengaran Sensorineural
Gangguan pendengaran sensorineural disebabkan oleh kerusakan pada koklea (rumah siput) atau saraf pendengaran. Ini adalah jenis gangguan pendengaran yang paling umum dan biasanya bersifat permanen.
Gangguan Pendengaran Campuran
Gangguan pendengaran campuran adalah kombinasi dari gangguan konduktif dan sensorineural. Di mana terjadi masalah pada telinga luar/tengah sekaligus kerusakan pada telinga dalam atau saraf pendengaran.
Edukasi ini disampaikan Elisabeth untuk memperingati Hari Sadar Bising Sedunia yang jatuh pada 29 April 2026. Kesadaran ini dinilai penting lantaran gangguan pendengaran banyak disebabkan oleh suara bising.
“Tanggal 29 itu Hari Sadar Bising Sedunia, World Noise Awareness Day, kenapa kita harus sadar bising? Karena kita harus menjaga pendengaran kita,” kata Elisabeth dalam temu media di IHC RS PELNI, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2026).
Paparan Bising Rusak Sel Rambut Koklea
Dia menambahkan, paparan bising bisa merusak sel-sel rambut yang ada di telinga bagian dalam. Sel-sel halus menyerupai rambut ini berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik ke otak. Paparan suara keras yang terus-menerus dapat merusak dan membunuh sel-sel ini. Sayangnya, sel rambut koklea tidak dapat tumbuh kembali setelah rusak.
“Jadi kita perlu aware (sadar), begitu rusak enggak bisa balik lagi, ya jadi Tuli,” ujar dokter yang bertugas di RS PELNI.
Dia menambahkan, beberapa sumber bising yang bisa memicu masalah pendengaran adalah perangkat telinga seperti earphone, headphone, dan mesin industri. Apalagi jika paparannya dalam waktu lama dan intensitas tinggi.
“Musik keras melalui earphone/headphone, mesin industri di pabrik, kendaraan bermotor di jalan raya, dan konser musik dengan volume tinggi adalah contoh sumber bising yang dapat merusak pendengaran jika terpapar dalam waktu lama atau intensitas tinggi,” jelasnya.
Cara Lindungi Pendengaran
Guna melindungi pendengaran, Elisabeth membagikan tips atau langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yakni:
- Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising seperti konser, pabrik, atau konstruksi, selalu gunakan earplug atau earmuff untuk melindungi telinga dari kerusakan akibat suara keras.
- Kurangi volume dan durasi earphone, batasi volume earphone maksimal 60 persen dan gunakan tidak lebih dari 60 menit. Pilih headphone over-ear yang lebih aman dibanding earphone in-ear.
- Istirahatkan telinga secara berkala, beri waktu istirahat untuk telinga setelah terpapar suara keras. Hindari lingkungan bising terus-menerus dan cari tempat tenang untuk pemulihan.