14 Mei Libur Apa? Kesempatan Long Weekend Mei 2026 Ini Sayang Jika Dilewatkan

14 Mei libur apa? Long weekend 2026 ini ternyata punya manfaat besar untuk kesehatan mental dan tubuh.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 07 Mei 2026, 12:51 WIB
14 Mei libur apa? Penelitian ungkap liburan bisa bantu kurangi stres dan burnout. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - '14 Mei libur apa?' menjadi salah satu pencarian yang ramai di Google Trends pada Kamis, 7 Mei 2026. Banyak masyarakat mulai mencari tahu apakah ada tanggal merah yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat atau bepergian bersama keluarga.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, tanggal 14 Mei 2026 ditetapkan sebagai libur nasional Kenaikan Yesus Kristus. Sementara itu, 15 Mei 2026 menjadi cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus.

Artinya, masyarakat akan menikmati long weekend selama empat hari jika digabungkan dengan akhir pekan pada 16 dan 17 Mei 2026. Momen ini menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan, terutama bagi mereka yang selama ini jarang mengambil waktu libur.

Tidak sedikit orang yang menganggap liburan hanya sekadar hiburan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa traveling atau sekadar mengambil jeda dari rutinitas kerja memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental.

Dikutip dari familyholidaycharity.org.uk pada Kamis, 7 Mei 2026, liburan membantu seseorang untuk sejenak melupakan tekanan hidup dan fokus menikmati waktu bersama orang-orang tercinta.

Aktivitas sederhana seperti berenang, berjalan santai, menikmati pantai, atau mengeksplorasi tempat baru ternyata dapat memberikan efek positif pada pikiran.

Bahkan, para ilmuwan menemukan bahwa manfaat psikologis dari liburan bisa bertahan hingga satu bulan setelah seseorang kembali ke rumah.

Long Weekend 14 Mei Bisa Membantu Mengurangi Stres

Kesibukan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari sering kali membuat seseorang mengalami stres tanpa disadari. Dalam kondisi seperti ini, liburan menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran beristirahat.

Penelitian dari Nuffield Health bersama operator tur Kuoni menemukan bahwa orang yang jarang berlibur cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi, kualitas tidur yang lebih buruk, dan tingkat stres yang lebih tinggi dibanding mereka yang rutin mengambil waktu istirahat.

Hal ini terjadi karena selama liburan seseorang cenderung melakukan aktivitas yang menyenangkan dan jauh dari tekanan pekerjaan. Pikiran menjadi lebih rileks dan tubuh memiliki waktu untuk memulihkan energi.

Bukan hanya tubuh yang membutuhkan istirahat, otak juga memerlukan waktu jeda agar dapat kembali bekerja secara optimal.

Penelitian dari psikolog Amerika, Elizabeth Scott PhD, menemukan bahwa tiga hari setelah liburan, seseorang biasanya merasa lebih segar, lebih tenang, dan memiliki suasana hati yang lebih baik.

Kondisi mental yang lebih rileks membuat seseorang lebih mudah menemukan ide baru dan kembali termotivasi menjalani aktivitas sehari-hari.

Oleh sebab itu, long weekend pada Mei 2026 bisa menjadi kesempatan untuk recharge setelah berbulan-bulan berkutat dengan rutinitas yang padat.

 

Traveling di 14 Mei 2026 Membuat Tubuh Lebih Aktif

14 Mei libur apa? Penelitian ungkap liburan bisa bantu kurangi stres dan burnout. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Menariknya, traveling juga membantu seseorang menjadi lebih aktif secara fisik. Saat bepergian, orang biasanya berjalan kaki lebih banyak untuk menjelajahi tempat baru.

Aktivitas seperti hiking, wisata alam, atau sekadar berjalan santai di area wisata diketahui dapat membantu memperbaiki suasana hati sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.

Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental karena membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan menjadi lebih bahagia.

Selain itu, bepergian ke tempat baru ternyata tidak hanya menyenangkan, tapi juga membantu memperluas cara pandang seseorang.

Saat berada di lingkungan baru, otak akan bekerja lebih aktif untuk menyesuaikan diri dengan budaya, suara, suasana, hingga kebiasaan yang berbeda. Pengalaman ini membantu seseorang menjadi lebih terbuka dan memahami perspektif baru.

Tak heran jika traveling sering dikaitkan dengan meningkatnya kreativitas dan perkembangan diri.

 

Efek Liburan Long Weekend Bisa Bertahan Hingga Berminggu-Minggu

14 Mei libur apa? Penelitian ungkap liburan bisa bantu kurangi stres dan burnout. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menariknya, manfaat liburan ternyata sudah bisa dirasakan bahkan sebelum perjalanan dimulai.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki sesuatu yang dinantikan dapat meningkatkan suasana hati seseorang. Oleh sebab itu, banyak orang merasa lebih semangat sejak mulai memesan tiket, menyusun itinerary, atau memilih hotel.

Perasaan antusias tersebut membantu seseorang menjalani hari-hari dengan lebih positif.

Manfaat liburan ternyata tidak langsung hilang setelah seseorang kembali bekerja.

Dikutip dari The British Psychological Society, penelitian terbaru dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa efek positif liburan masih dapat dirasakan hingga 21 hari setelah kembali bekerja dan diperkirakan bertahan sampai 43 hari.

Penelitian yang dipimpin Ryan S. Grant itu menganalisis 32 studi tentang kesejahteraan sebelum, selama, dan setelah liburan.

Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga atau hiking memberikan dampak paling besar terhadap peningkatan kesejahteraan mental.

Sementara aktivitas sosial seperti berkumpul bersama keluarga dan teman juga memberikan pengaruh positif yang cukup besar.

Sebaliknya, hanya berdiam diri tanpa aktivitas berarti selama liburan ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental.

Para peneliti juga menemukan bahwa kemampuan untuk benar-benar 'disconnect' dari pekerjaan menjadi faktor utama yang membantu seseorang mendapatkan manfaat maksimal dari liburan.

Oleh sebab itu, long weekend pada 14 s.d 17 Mei 2026 bisa menjadi momen yang tepat untuk benar-benar beristirahat dari rutinitas pekerjaan dan menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang-orang terdekat.

Tak harus pergi jauh atau mengeluarkan biaya besar, yang terpenting adalah memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya