Liputan6.com, Jakarta - Belanja di masa sekarang amat mudah karena dari handphone Anda bisa membeli barang seharga belasan ribu rupiah hingga puluhan jutaan rupiah. Supaya tidak mudah tergoda checkout atau belanja impulsif di tengah gempuran diskon atau promo tanggal kembar, ada empat hal yang bisa diterapkan seperti disampaikan psikolog klinis Olphi Disya Arinda, M.Psi.
Disya mengatakan perilaku impulsif saat belanja sering kali bukan semata soal keinginan memiliki barang. Hal ini bisa berkaitan dengan kondisi emosional.
Advertisement
Saat stres, lelah, cemas, atau bahkan lapar, seseorang bisa lebih mudah terdorong untuk checkout tanpa mempertimbangkan kebutuhan maupun kondisi keuangan.
Untuk membantu mengendalikan dorongan tersebut, psikolog membagikan teknik sederhana bernama 4S, yakni stop, state, support, dan switch untuk mencegah belanja atau checkout impulsif.
Berikut penjelasannya:
1. Stop
Langkah pertama adalah menghentikan sejenak aktivitas yang sedang dilakukan, termasuk saat sedang scroll e-commerce atau hendak checkout barang. Disya mengatakan bisa dengan cara membalikkan handphone.
Disya menjelaskan bahwa ketika seseorang tetap melanjutkan aktivitas saat emosinya sedang tidak stabil, fokus akan semakin buyar dan keputusan impulsif lebih mudah terjadi.
"Kita memang harus stop dulu apa yang sedang kita kerjakan, baru kita atur napas," kata Disya dalam acara bersama Kredivo beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.
2. State
Setelah berhenti, seseorang perlu menyadari dan mengakui kondisi yang sedang dirasakan. Misalnya dengan mengatakan pada diri sendiri,
“Aku sedang stres jadi ingin belanja cepat-cepat,” atau “Aku sedang lapar jadi mengambil banyak barang.”"State itu gunanya untuk apa sih? Untuk bikin kita sadar apa yang sedang kita hadapi dan kita lakukan," tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
3. Support
S yang ketiga adalah support. Di sini cari orang yang memberi dukungan secara jujur, misalnya teman dekat atau sahabat, orangtua, bisa juga pasangan.
"Kita cerita ke partner kita, lalu dia mungkin akan mengingatkan, 'Eh bentar deh bukannya kamu tuh pengen ya akhir bulan ini liburan ke sini'. Atau cerita ke teman dan mungkin mengingatkan 'Emang lu ada budgetnya?' Dengan begitu mungkin teman atau partner kita tuh bisa bantu kita buat ngerem," tutur Disya.
Selain itu, seseorang juga bisa mencoba pindah ke tempat yang lebih tenang atau melihat kembali catatan tujuan finansial agar lebih sadar sebelum membeli barang.
Disya juga menyarankan teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk membantu menenangkan diri ketika muncul dorongan impulsif. Teknik grounding yang dimaksud adalah:
- 5 hal yang bisa dilihat
- 4 hal yang bisa disentuh
- 3 hal yang bisa didengar
- 2 hal yang bisa dicium
- 1 hal yang bisa dirasakan atau dikecap
Cara ini membantu seseorang kembali fokus pada kondisi saat ini dan mengurangi dorongan impulsif.
4. Switch
Langkah terakhir adalah mengalihkan dorongan impulsif ke tindakan alternatif yang lebih aman. Dalam hal ini tidak mengeluarkan biaya atau tidak melakukan pembayaran.
Misalnya memasukkan barang ke wishlist terlebih dahulu tanpa langsung checkout, mengecek saldo rekening, atau melihat tagihan yang harus dibayar.