Liputan6.com, Jakarta - Lomba 17 Agustus untuk peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia kerap menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Berbagai permainan seperti memasukkan pensil ke dalam botol, memindahkan air dengan spons, hingga lomba lainnya tidak hanya menjadi ajang bersenang-senang, tetapi juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar.
Psikolog Jane Cindy Linardi mengatakan, keikutsertaan anak dalam lomba 17 Agustus dapat membantu anak mengenalkan akan tiga hal berikut:
1. Belajar tentang Menang dan Kalah
Advertisement
Â
"Berpartisipasi dalam lomba 17 Agustus dapat menjadi media bagi anak untuk belajar tentang menang dan kalah," kata psikolog yang praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta itu menjawab pertanyaan Liputan6.com lewat pesan tertulis.Â
Jane menerangkan ketika anak mengikuti sebuah lomba itu memberikan kesempatan bagi anak untuk memahami bahwa dalam sebuah kompetisi tidak selalu berakhir dengan kemenangan.
Ketika kalah, anak dapat merasakan kecewa atau sedih. Kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenali dan mengelola emosinya.
"Jika anak sedih, orang tua dapat menyampaikan bahwa Ayah atau Bunda paham bahwa anak sedih karena mengalami kekalahan. Kemudian, sampaikan apresiasi atas usaha maksimal yang ditampilkan anak," tutur Jane.
Â
2. Belajar Mengikuti Aturan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324847/original/060378500_1786774293-RSPI_-_Jane_Cindy_Linardi__M.Psi.__S.Psi.jpg)
Jane mengatakan lomba termasuk saat lomba 17 Agustus di kompleks rumah atau sekolah juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar mengikuti aturan. Setiap permainan memiliki ketentuan yang perlu dipatuhi agar dapat berlangsung dengan tertib dan adil.
Dari pengalaman tersebut, anak belajar bahwa dalam melakukan sesuatu ada aturan yang perlu diikuti. Hal ini juga dapat membantu anak memahami pentingnya bermain secara sportif.
Advertisement
3. Melatih Keberanian dan Kepercayaan Diri
Bagi sebagian anak, mengikuti lomba berarti harus berani tampil dan melakukan sesuatu di hadapan orang lain. Pengalaman tersebut dapat membantu melatih keberanian dan kepercayaan diri.
Bila perlu, ayah dan ibu bisa memberikan tips, saran, atau berlatih terkait lomba itu. "Bagi anak yang kurang percaya diri atau pencemas, latihan dapat membantu lebih percaya diri dan mengurangi kecemasan," tutur Jane.Â
Jika pada saat hari H anak tidak mau ikut lomba, coba beri penguatan terlebih dulu kepadanya. Irang tua dapat menawarkan kepada anak untuk ikut lomba sambil ditemani (tergantung regulasi dari masing-masing lomba apakah boleh ditemani atau tidak).
Jika anak tetap tidak mau ikut lomba jangan dipaksa. "Beri apresiasi pada anak bahwa setidaknya ia sudah berani hadir ke acara lomba," katanya.
Bisa juga ayah atau ibu dapat mengajak anak mengikuti lomba dengan jumlah peserta yang lebih sedikit. Ketika anak mulai berani ikut, berikan apresiasi atas kemajuannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304385/original/011555100_1754267642-h.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543733/original/020084900_1629273294-IMG_20210817_105726.jpg)