Liputan6.com, Jakarta - Jangan anggap sepele kurang minum pada anak karena hal ini bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Dokter Henny Adriani Puspitasari SpA Subsp Nefro mengatakan biasanya kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala.
Biasanya baru ketahuan ketika anak menjalani pemeriksaan kesehatan misalnya medical check up atau pemeriksaan sebelum operasi.
Advertisement
"Ketika kita telusuri, kita tanyakan, sering kali anak hanya minum sekitar 70 persen dari kebutuhan cairannya. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi ginjal," ujar Henny dalam temu media bersama Rumah Sakit Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta pada Jumat (19/6/2026).
Dari pengalaman di ruang praktik, anak usia 3-5 serta remaja yang kerap mengalami gangguan fungsi ginjal karena kurang minum. Henny menjelaskan anak usia 3 hingga 5 biasanya sudah memiliki aktivitas fisik yang tinggi. Namun, mereka sering tidak menyadari rasa haus, terutama saat banyak beraktivitas di dalam ruangan berpendingin udara (AC).
Kabar baiknya, apabila penyebab penurunan fungsi ginjal kekurangan cairan dan belum berlangsung lama, fungsi ginjal umumnya dapat membaik setelah kebutuhan cairan tercukupi dalam beberapa hari.
"Kalau kurang minum, biasanya dengan mencukupi kebutuhan cairannya, maka dalam 1-2 hari sudah membaik kondisinya," kata Henny menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com.
Pantau Warna dan Frekuensi Buang Air Kecil
Untuk mencegah gangguan fungsi ginjal akibat dehidrasi, orangtua perlu memperhatikan pola buang air kecil anak termasuk remaja.
Salah satu indikator sederhana anak cukup minum adalah warna urine. Urine yang sehat umumnya berwarna kuning muda hingga jernih. Sebaliknya, urine yang berwarna kuning pekat atau cenderung kecokelatan dapat menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan cairan.
"Kalau sudah warna urine cokelat, itu sudah sangat kurang minumnya," kata wanita yang menjalani program felowship training pediatric nephrology di Mt Shizuoka Children Hospital, Jepang pada 2019.
Selain warna urine, frekuensi buang air kecil juga perlu diperhatikan. Pada anak yang lebih besar, frekuensi buang air kecil sekitar lima hingga tujuh kali per hari umumnya menunjukkan kebutuhan cairan yang cukup.
"Buat orangtua yang sudah punya anak remaja, jangan lupa sesekali cek ya buang air kecilnya," kata Henny.