Mengenal Mesh Nebulizer, Alat Terapi Pernapasan yang Lebih Senyap

Mesh nebulizer tidak menghasilkan suara berisik, sehingga bisa digunakan untuk terapi inhalasi anak dengan asma saat tidur.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 03 Juli 2026, 08:30 WIB
Mesh Nebulizer untuk terapi pernapasan, biasanya digunakan untuk yang mengalami asma.

Liputan6.com, Jakarta - Terapi inhalasi menggunakan nebulizer menjadi salah satu penanganan yang diberikan pada anak dengan penyakit saluran pernapasan tertentu, seperti asma. Kini, hadir teknologi mesh nebulizer yang menawarkan pengalaman terapi lebih nyaman karena berukuran ringkas dan menghasilkan suara yang jauh lebih senyap dibandingkan nebulizer konvensional.

Dokter spesialis anak konsultan respirasi, Wahyuni Indawati, menjelaskan bahwa mesh nebulizer merupakan teknologi yang relatif baru di Indonesia. Selama ini, masyarakat lebih banyak mengenal nebulizer jenis jet dan ultrasonik yang berukuran besar dan menghasilkan suara bila alat dinyalakan.

"Di Indonesia, mesh nebulizer baru mulai dikenal sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Sementara di luar negeri, teknologi ini sudah lebih lama digunakan, termasuk untuk kebutuhan khusus seperti pasien asma berat atau pemberian antibiotik melalui inhalasi," ujar Wahyuni di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, mesh nebulizer bekerja dengan menghasilkan aerosol dari cairan obat yang didorong melalui membran berjaring (mesh) dengan lubang-lubang berukuran sangat kecil. Teknologi ini memungkinkan alat dibuat lebih ringkas tanpa mengurangi fungsinya sebagai penghantar obat ke saluran pernapasan.

Salah satu keunggulan mesh nebulizer adalah suara operasionalnya yang jauh lebih pelan. Hal ini dinilai penting, terutama bagi anak-anak yang kerap takut atau menangis saat menjalani terapi inhalasi.

Wahyuni mengatakan, anak dengan asma sering mengalami kekambuhan pada malam hingga dini hari sehingga membutuhkan terapi inhalasi segera. Penggunaan alat yang bising justru berisiko membangunkan anak dan membuat mereka semakin sulit menjalani terapi.

"Kalau memakai alat yang suaranya bising, anak bisa terbangun dari tidur lalu menangis. Dengan alat yang lebih senyap, terapi menjadi lebih nyaman dilakukan," jelasnya.

Selain lebih tenang, ukuran mesh nebulizer yang kecil dan portabel juga memudahkan orang tua membawa alat saat bepergian maupun menggunakannya di rumah.

Omron Luncurkan Mesh Nebulizer, Ukuran Kecil dan Portable

Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe mengatakan mesh nebulizer NE-U300 dirancang rechargeable

Di kesempatan yang sama, Omron Healthcare Indonesia meluncurkan mesh nebulizer OMRON NE-U300. Kehadiran mesh nebulizer dari brand asal Jepang ini untuk memberikan performa alat yang konsisten. Sehingga pengobatan atau terapi yang dijalani anak bisa optimal. 

Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe mengatakan NE-U300 dirancang rechargeable menggunakan port USB Type-C, menghilangkan kebutuhan akan baterai sekali pakai. Produk ini pun ringan dengan berat 117 gram dan ukuran yang kecil. Sehingga bisa dibawa pergi seperti masuk sakut jaket atau tas.

Dari sisi performa, NE-U300 menghasilkan ukuran partikel aerosol rata-rata sekitar 4.12μm yang pas untukmemastikan obat masuk secara optimal ke saluran napas bawah. Semua beroperasi pada tingkat kebisinganyang sangat rendah, hanya ≤40 dB, sehingga anak bisa menjalani terapi dengan nyaman dan tenang. Sementara wadah obatnya memiliki kapasitas 10 mL, cukup untuk dosis pemakaian standar.

"Kami mempertahankan standar kualitas nebulizer OMRON yang telah dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia. Harapannya, lebih banyak keluarga, khususnya para ibu mudayang dinamis, punya akses ke alat bantu napas yang praktis, reliable, dengan harga terjangkau," kata Watanabe.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya