Benjolan Hilang Timbul di Lipat Paha Bayi, Bisa Jadi Hernia

Jenis hernia yang sering terjadi pada anak adalah hernia inguinalis yang berada di area lipat paha. Kenali gejalanya.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 10 Juli 2026, 17:35 WIB
Ilustrasi menjaga bayi yang menangis /copyright freepik.com/freepik

Liputan6.com, Jakarta - Benjolan di lipat paha bayi yang muncul saat menangis, batuk, mengejan, atau aktif bergerak lalu mengempis ketika anak tenang sering kali dianggap hal yang biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda hernia, yakni ketika jaringan atau organ di dalam perut menonjol keluar melalui celah pada otot yang lemah.

“Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul. Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan,” jelas dokter spesialis bedah anak Kozzy, dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, Banten.

Jenis hernia yang sering terjadi pada anak adalah hernia inguinalis, yaitu hernia di area lipat paha. Pada anak laki-laki, benjolan dapat turun hingga kantong kemaluan, sedangkan pada anak perempuan dapat tampak di area labia.

Menurut American Academy of Pediatrics, hernia inguinalis pada bayi cukup bulan terjadi sekitar 8 - 50 per 1.000 kelahiran hidup, dengan risiko lebih tinggi pada bayi prematur.

Selain muncul benjolan yang hilang timbul di lipat paha, kantong kemaluan, atau labia berikut ciri-ciri hernia ingunalis:

  • Mengecil saat anak berbaring atau tenang.
  • Anak rewel, tidak nyaman, atau nyeri di sekitar benjolan.
  • Area benjolan kemerahan, membesar, atau terasa keras.
  • Benjolan tidak dapat masuk kembali.
  • Anak muntah, perut kembung, demam, lemas, atau tidak mau makan.

 

 

Bila Temukan Gejala Segera Periksa

Kozzy mengatakan bila orangtua menemukan gejala di atas pada anak sebaiknya diperiksakan. Hal ini karena hernia inguinalis umumnya tidak dapat menutup sendiri.

Jika dibiarkan, jaringan atau usus yang keluar dapat terjepit di celah hernia. Kondisi ini bisa mengganggu aliran darah dan berisiko menyebabkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang membutuhkan tindakan segera.

“Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” tambah Kozzy.

Penanganan Hernia Inguinalis pada Anak

Kozzy mengatakan penanganan hernia inguinalis dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter, dengan mempertimbangkan usia anak, ukuran benjolan, gejala, dan komplikasi. Berbeda dengan hernia umbilikalis, hernia inguinalis umumnya memerlukan operasi.

Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy, yaitu tindakan untuk mengembalikan jaringan ke posisi semestinya, lalu menutup celah hernia agar tidak muncul kembali.

Pada kasus tertentu, herniotomy dapat dilakukan dengan pendekatan laparoskopi. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan bantuan kamera agar dokter dapat melihat area hernia lebih jelas.

“Pendekatan laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Namun, setiap anak perlu dinilai secara individual agar tindakan sesuai dengan kondisinya,” kata Kozzy.

Seiring perkembangan teknologi bedah, sejumlah rumah sakit di Indonesia kini telah menyediakan layanan operasi hernia pada anak, termasuk dengan pendekatan laparoskopi untuk kasus-kasus yang sesuai.

Salah satunya di Bethsaida Hospital Gading Serpong yang menyediakan layanan bedah anak, termasuk tindakan herniotomy dengan pendekatan laparoskopi. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis bedah anak dengan dukungan fasilitas ruang operasi dan tim medis yang mendampingi pasien mulai dari pemeriksaan, tindakan, hingga pemulihan pascaoperasi.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya