Tips agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi, Jangan Pas Sakit

Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertama atau ketika usia si Kecil menginjak 1 tahun.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 17 Juli 2026, 07:00 WIB
Anak jalani scalling di dokter gigi. (Foto: Liputan6.com/Benedikta Desideria)

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orangtua baru membawa anak ke dokter gigi ketika si Kecil sudah mengeluh sakit gigi atau pipinya membengkak. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat anak memiliki pengalaman pertama yang kurang nyaman sehingga menjadi takut setiap kali harus berkunjung ke dokter gigi.

"Jangan tunggu anak sakit baru dibawa ke dokter gigi. Kalau pengalaman pertamanya datang saat gigi sakit, bengkak kesannya bisa menjadi buruk dan anak jadi trauma," ujar dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak Alana Aluditasari dari RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta. 

Agar anak lebih nyaman, berikut beberapa tips yang dibagikan Alana:

1. Ajak Anak ke Dokter Gigi Saat Gigi Sehat

Ajak anak berkunjung ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin, bukan hanya ketika ada keluhan. Dengan begitu, anak akan mengenal lingkungan klinik dan dokter gigi dalam suasana yang menyenangkan. Pastikan setiap enam bulan sekali untuk mengecek gigi anak. 

2. Kenalkan Apa yang Bakal Dilakukan Dokter Gigi

Sebelum pemeriksaan, jelaskan kepada anak kondisi di ruang praktik dokter gigi. Beri tahu anak bahwa gigi bakal dibersihkan lalu dokter juga akan mengecek kondisi gigi sehat atau tidak. 

"Jika tidak dalam kondisi darurat, pengalaman anak ke dokter gigi jadi menyenangkan," katanya.

3. Ajak Anak Saat Orangtua ke Dokter Gigi

Bila ayah atau ibu memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi jangan lupa ajak anak sehingga menganggap kunjungan tersebut adalah hal normal.

"Sampaikan ke anak, 'Nih mama pinter juga nih ke dokter gigi. Cuma dibersihkan aja.' Dengan begitu anak jadi ada bayangan bagaimana sih ke dokter gigi," 

 

Kapan Anak Perlu Kontrol ke Drg?

Alana mengatakan kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertama atau ketika usia si Kecil menginjak 1 tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegahkerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya.

Lakukan kontrol gigi setiap enam bulan sekali untuk mengetahui kondisi gigi anak. "Seringkali ada lubang di antara gigi yang baru bisa kelihatan dengan alat-alat di ruang praktik dokter gigi," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya