Liputan6.com, Jakarta - Vaksin tifoid konjugat Bio-TCV hasil pengembangan dalam negeri resmi diluncurkan. Vaksin buatan PT Bio Farma (Persero) tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Medical Expo FKUI 2026.
Peluncuran Bio-TCV menandai bertambahnya vaksin hasil pengembangan dalam negeri yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian Indonesia di bidang vaksin. Pengembangan vaksin ini melibatkan kolaborasi antara industri, akademisi, peneliti, regulator, pemerintah, tenaga kesehatan, hingga mitra internasional.
Vaksin tifoid untuk apa? Bio-TCV merupakan vaksin tifoid konjugat yang dikembangkan untuk membantu mencegah demam tifoid akibat infeksi bakteri Salmonella typhi.
Advertisement
Vaksin tifoid usia berapa? Vaksin ini dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa sesuai indikasi yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pengembangan Bio-TCV juga menunjukkan kemampuan Indonesia membangun ekosistem vaksin secara mandiri, mulai dari riset, transfer teknologi, uji klinis, proses produksi, hingga memperoleh izin edar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Data World Health Organization (WHO) tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 9 juta kasus demam tifoid setiap tahun di dunia dengan sekitar 110 ribu kematian. Sementara di Indonesia, prevalensi tifoid diperkirakan mencapai 1,6 persen dari populasi dengan angka kejadian sekitar 148,7 kasus per 100.000 penduduk.
Dorong Kemandirian Vaksin Nasional
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan, tingginya beban kasus tifoid membuat Indonesia membutuhkan upaya pencegahan yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kedaulatan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan bangsa dalam mengembangkan produk kesehatan strategis, termasuk vaksin.
"Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan regulator menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Indonesia masih menghadapi beban kasus tifoid yang tinggi sehingga membutuhkan solusi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan. Kehadiran Bio-TCV menunjukkan bahwa melalui sinergi yang kuat, kita mampu memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional," ujar Wamenkes Benny.
Â
Kemampuan Mengembangkan Vaksin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254682/original/016436200_1750136014-Gemini_Generated_Image_r03v0or03v0or03v.jpg)
Senada, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan bahwa kemampuan mengembangkan vaksin dan obat di dalam negeri merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Pengalaman selama pandemi COVID-19, kata dia, menjadi pelajaran bahwa Indonesia perlu memiliki kapasitas memproduksi vaksin secara mandiri agar tidak bergantung pada pasokan global saat terjadi krisis kesehatan.
"BPOM mendampingi seluruh proses pengembangan Bio-TCV, mulai dari uji klinis, standardisasi, proses produksi, hingga evaluasi untuk memastikan mutu, keamanan, dan khasiat vaksin. Proses evaluasi regulatori juga dilakukan secara dipercepat tanpa mengurangi standar ilmiah yang berlaku. Kehadiran Bio-TCV menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mampu menghasilkan vaksin hasil riset dan pengembangan anak bangsa," kata Taruna.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Shadiq Akasya, mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian demam tifoid karena termasuk negara endemis.
Menurutnya, pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga memerlukan perbaikan sanitasi, keamanan pangan, akses air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Bio Farma menghadirkan Bio-TCV sebagai bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencegahan demam tifoid sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional," kata Shadiq.
Vaksin ini, lanjut dia, merupakan hasil kolaborasi jangka panjang bersama International Vaccine Institute (IVI) yang dimulai sejak 2010, dilanjutkan dengan transfer teknologi pada 2013, serta melalui proses riset, pengembangan, uji klinis bersama FKUI hingga memperoleh persetujuan regulator.
Lebih lanjut, dia, menjelaskan, pengembangan Bio-TCV merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan International Vaccine Institute (IVI) yang dimulai sejak 2010.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui transfer teknologi pada 2013 dan dilanjutkan dengan uji klinis fase I, II, dan III bersama FKUI-RSCM sesuai standar ilmiah, etik, dan regulasi.
Bio Farma menyatakan tengah meningkatkan kapasitas produksi vaksin berbasis teknologi konjugasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Perusahaan juga menargetkan Bio-TCV dapat memasuki pasar internasional melalui proses WHO Prequalification dan registrasi di berbagai negara.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298603/original/082269600_1784175792-gsafss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298662/original/060228200_1784179310-cek_fakta_bantuan_alat_pertanian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298612/original/078139900_1784176536-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T113248.324.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292072/original/001928600_1783583941-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_11.25.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291616/original/077545600_1783569990-WhatsApp_Image_2026-07-09_at_10.59.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254682/original/016436200_1750136014-Gemini_Generated_Image_r03v0or03v0or03v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291020/original/017469700_1783501871-Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395787/original/052169900_1782276692-Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8144207/original/009352100_1780996945-55322489703_f4223effd4_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411293/original/086765200_1763010317-pregnant-woman-with-baby-shoes.jpg)