Gigi Geripis pada Anak Tidak Ditangani, Bisa Berdampak Serius

Gigi geripis yang dibiarkan bisa bikin sulit makan hingga mengganggu kualitas hidup anak,

Diterbitkan 16 Juli 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masih banyak orangtua menganggap gigi susu yang mulai menghitam atau geripis sebagai hal yang wajar karena nantinya akan tanggal dan digantikan gigi permanen. Padahal, anggapan tersebut keliru.

Gigi geripis atau gigis adalah kondisi gigi berlubang. Itu bukanlah kondisi normal dan sebaiknya segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

"Enggak normal ya, gigi yang sehat itu yang putih, bersih, tidak berlubang," tutur dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, Alana Aluditasari menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com dalam sesi media interview dengan RS Pondok Indah secara daring.

Alana mengatakan banyak anak usia 2-3 yang sudah alami gigi berlubang atau geripis padahal pergantian gigi permanen baru dimulai usia 6-7 tahun. Ini artinya, anak masih harus menggunakan gigi susu tersebut selama sekitar empat tahun lagi. Jika gigi sudah rusak sejak dini, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup anak.

Salah satu risiko dari membiarkan anak dengan gigi geripis adalah infeksi. Gigi yang berlubang dan dibiarkan terus-menerus dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri hingga menyebabkan infeksi pada jaringan di sekitarnya.

"Kalau giginya tinggal sedikit lalu dibiarkan, infeksi bisa terjadi dan bahkan dapat menjalar hingga menyebabkan pipi bengkak," ujar dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Puri Indah Jakarta ini.

 

Menurunkan Kualitas Hidup Anak

Selain infeksi, gigi geripis juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Anak menjadi sulit makan, sulit tidur, bahkan kesulitan berkonsentrasi saat belajar di sekolah.

"Bayangkan kalau gigi anak sakit terus. Bagaimana dia mau sekolah atau beraktivitas dengan nyaman?" katanya.

Rasa sakit yang terus-menerus membuat kualitas hidup anak menurun dan dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Kerusakan gigi yang parah juga membuat anak kesulitan mengunyah makanan. Akibatnya, asupan nutrisi tidak optimal karena anak cenderung menghindari makanan yang perlu digigit atau dikunyah.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menghambat tumbuh kembang anak. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan kesehatan gigi yang buruk berkaitan dengan meningkatnya risiko stunting.

"Kalau giginya sakit atau sudah habis, anak jadi susah makan. Dampaknya tentu bisa memengaruhi tumbuh kembang," jelas Alana.

 

Gigi Susu Rusak Bisa Pengaruhi Gigi Permanen

Masih banyak orangtua yang mengira kerusakan pada gigi susu tidak akan berdampak pada gigi permanen. Padahal, benih gigi permanen berada sangat dekat dengan akar gigi susu.

Apabila terjadi infeksi pada gigi susu dan tidak segera ditangani, proses pembentukan gigi permanen dapat ikut terganggu.

"Benih gigi permanen letaknya dekat dengan gigi susu. Kalau infeksi berlangsung terus, pembentukan gigi permanennya juga bisa ikut terpengaruh sehingga kualitasnya tidak sebaik yang seharusnya," ujar Alana.

 

Kebiasaan yang Memicu Gigi Geripis

Menurut Alana, salah satu penyebab paling sering adalah early childhood caries adalah kebiasaan minum susu pakai botol hingga tertidur. Saat anak tidur sambil mengisap botol susu, cairan susu dapat terus menggenang di sekitar gigi sehingga menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab gigi berlubang.

"Ini kan seperti merendam gigi berjam-jam dengan susu," kata Alana. 

Selain itu, kebiasaan mengemut makanan itu juga meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Tak hanya susu, konsumsi makanan manis dan lengket yang terlalu sering juga dapat memicu gigi geripis. Sisa makanan yang menempel di permukaan gigi menjadi tempat bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam yang merusak lapisan gigi apabila tidak segera dibersihkan.

Karena itu, Alana mengingatkan orangtua agar tidak menganggap remeh gigi geripis pada anak. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menjaga kesehatan gigi hingga masa pergantian ke gigi permanen.

Menjaga kebersihan gigi anak dimulai dengan menyeka gigi dengan kain kasa bersih usai minum susu. Lalu, mulai menggosok gigi usai muncul gigi pertama. Dan, tak ketinggalan memeriksakan gigi ke dokter gigi. Bila ada masalah gigi seperti gigi berlubang ukuran kecil bisa langsung terdeteksi.