Liputan6.com, Jakarta - Karies gigi atau gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dialami anak. Padahal, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah jika orangtua membiasakan perawatan gigi sejak dini.
Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, Alana Aluditasari mengatakan pencegahan karies tidak cukup hanya dengan menyikat gigi. Orangtua juga perlu menghindari kebiasaan yang dapat memicu kerusakan gigi serta rutin memeriksakan gigi anak.
Advertisement
Berikut enam langkah yang disarankan Alana untuk mencegah karies gigi pada anak:
1. Membiasakan Anak Sikat Gigi 2 Kali Sehari dengan Pasta Gigi Berflouride
Biasakan anak untuk sikat gigi dua kali sehari yakni pada pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur. Biasakan anak sikat gigi sejak gigi pertama muncul.
"Ini memang perjuangan bagi orangtua, butuh usaha dari orangtua," tutur Alana dalam sesi interview bersama RS Pondok Indah secara daring.
Pastikan saat menyikat gigi menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Sesuai rekomendasi, anak dapat menggunakan pasta gigi berfluoride sekitar 1.000 ppm sejak gigi pertamanya muncul. Paling penting perhatikan takaran pasta giginya.
Untuk anak di bawah usia tiga tahun, cukup gunakan pasta gigi sebesar sebutir beras. Sementara anak usia tiga tahun ke atas dapat menggunakan pasta gigi sebesar biji jagung atau kacang polong, karena umumnya sudah mulai mampu berkumur.
"Selama jumlahnya sesuai anjuran, penggunaan pasta gigi berfluoride tetap aman meski sedikit tertelan," jelas Alana.
2. Membiasakan Anak Beri Jeda 30-60 Menit Setelah Mengonsumsi Makanan atau Minuman Sebelum Sikat Gigi
Setelah mengonsumsi makanan atau minuman, terutama yang bersifat asam atau manis, lapisan email gigi menjadi lebih lunak untuk sementara waktu. Jika gigi langsung disikat, email gigi berisiko lebih cepat terkikis.
3. Membatasi Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula, terutama yang lengket, juga meningkatkan risiko karies. Sisa makanan yang menempel di permukaan gigi menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Karena itu, konsumsi makanan manis sebaiknya dibatasi.
4. Hindari Minum Susu dari Botol Dot Sampai Tertidur
Salah satu kebiasaan yang mesti dihindari adalah minum susu dari botol dot hingga tertidur. Saat anak tertidur sambil mengisap dot, sisa susu dapat menggenang di sekitar gigi sehingga memudahkan bakteri berkembang dan merusak email gigi.
"Berdasarkan teori, ketika mengedot di malam hari, sampai ketiduran, risiko gigi berlubang bisa sampai 3-4 kali," kata Alana.
5. Biasakan Minum Air Putih Setelah Makan
Minum air putih setelah makan dapat membantu membersihkan sisa makanan yang masih menempel di rongga mulut sehingga risiko terbentuknya karies dapat berkurang.
6. Periksakan Gigi Setiap Enam Bulan
Orangtua disarankan membawa anak ke dokter gigi setiap enam bulan sekali meski tidak ada keluhan. Menurut Alana, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi karies sejak masih berukuran kecil.
"Jangan bawa ke dokter gigi pas ada keluhan, pas sakit gigi tapi pada saat kondisi gigi sehat," kata Alana.
Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan sejak anak memiliki gigi pertamanya atau ketikausianya menginjak 1 tahun. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi, mencegahkerusakan, dan memastikan pertumbuhan gigi sesuai dengan usianya.