Wamenkes Benny: FK Jangan Cuma Jadi Institusi Pendidikan tapi Juga Berinovasi

Fakultas kedokteran diharapkan bisa menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk kesehatan bermanfaat.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah saat ini tengah mendorong perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan. Perguruan tinggi juga menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk kesehatan strategis bagi Indonesia.

"Saya berharap setiap fakultas kedokteran tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghasilkan produk kesehatan untuk bangsa. Kita membutuhkan riset yang mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata," ujar pria yang karib disapa Benny itu saat menghadiri pembukaan Medical Expo FKUI 2026 di FKUI Salemba Jakarta pada Kamis (16/7/2026),

Benny mencontohkan pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) sebagai salah satu prioritas nasional. Mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia, pengembangan vaksin nasional memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, BRIN, industri, dan regulator.

"Kita harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi TB. Selain pengobatan, penguatan skrining, pelacakan kontak, terapi pencegahan, hingga pengembangan vaksin nasional harus berjalan bersama," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa penguatan ekosistem inovasi menjadi langkah penting untuk mewujudkan kemandirian farmasi Indonesia yang hingga kini masih bergantung pada impor bahan baku obat dan vaksin.

"Kemandirian obat dan vaksin merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu kami mendukung penuh lahirnya inovasi vaksin karya anak bangsa, mulai dari proses pengembangan, uji klinik, hingga percepatan perizinannya," ujar Taruna mengutip keterangan tertulis Kemenkes. 

Ia berjanji BPOM akan terus mengawal pengembangan produk inovasi dalam negeri agar memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat sehingga mampu bersaing ditingkat global.

Kolaborasi FKUI dan PT Bio Farma

Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui peluncuran vaksin tifoid Bio-TCV yang dikembangkan melalui kolaborasi antara FKUI dan PT Bio Farma. Direktur Utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan inovasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghasilkan produk kesehatan nasional yang siap dimanfaatkan masyarakat.

"Bio-TCV bukan sekadar produk baru, tetapi hasil kolaborasi panjang yang menunjukkan Indonesia mampu mengembangkan vaksin sendiri. Kami berharap ke depan vaksin ini dapat mendukung program imunisasi nasional," katanya.

Ketua Panitia Medical Expo FKUI 2026 Mohammad Kurniawan, mengatakan acara tersebut menjadi wadah yang mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem inovasi kesehatan di Indonesia.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak hasil riset yang dapat dihilirisasikan menjadi produk kesehatan, memperkuat ketahanan kesehatan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia ditingkat global.