Hipertensi hingga Merokok, Ketahui Faktor Risiko Penyakit Jantung

Bila memiliki hipertensi atau tekanan darah di atas 140/90 mmHG segera obati.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah. Salah satunya dengan mengenali faktor risiko yang bisa memicu serangan. 

Faktor risiko pertama adalah tekanan darah yang tinggi seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Meidian Ambari.

“Jadi, setiap masyarakat Indonesia harus menyadari, kalau misalnya nanti dia tensinya di atas 140/90, itu artinya tensinya tinggi, hipertensi. Harus diobatin,” kata Ade. 

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipertensi dengan mengatur gaya hidup yang sehat. Salah satunya mengurangi konsumsi garam. Jika sudah mengubah gaya hidup tapi tekanan darah tetap tinggi, segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan untuk diobati. 

Faktor risiko penyakit kardiovaskular selanjutnya adalah kolesterol tinggi. Maka dari itu, Ade menyarankan agar kadar kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein/LDL) harus di bawah 100.

Faktor risiko penyakit jantung ketiga adalah diabetes. Jika memang kadar gula dara tinggi maka penderita diabetes diobati supaya HbA1c atau hemoglobin A1c HbA1C harus di bawah dari 7 persen.

Ade juga mengatakan bahwa merokok juga menjadi faktor risiko masalah pada jantung.

“Saya ada pasien umur 24 tahun serangan jantung. Kenapa? dia merokok tiga bungkus sehari. Jadi ada sumbatan total di pembuluh darah koronernya, padahal enggak ada penyempitan, menyebabkan serangan jantung. Itu faktor risiko yang harus ditangani,” tutur dia usai acara ASMIHA ke-35 di Jakarta, Kamis (16/7/2026) mengutip Antara.

 

 

Segera Obati Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular

Bila memang memiliki faktor risiko di atas segera diobati. Lalu, bagi perokok sebaiknya mulai mengurangi konsumsi perlahan.

Ade menekankan dengan mengobati faktor risiko, berpotensi menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner yang paling sering.

“Jadi satu faktor risiko (penyakit kardiovaskular) mungkin 20 persen, kalau kita tidak merokok, enggak hipertensi, enggak kolesterol tinggi, enggak diabetes, itu mengurangi 80 persen. Karena 20 persennya itu faktor keturunan, genetik,” ujarnya.