Liputan6.com, Beijing - Dua ilmuwan matematika asal Tiongkok, Hong Wang dan Yu Deng, mencatat sejarah sebagai penerima Fields Medal pertama dari negara tersebut. Penghargaan ini merupakan pencapaian tertinggi di bidang matematika dan kerap disebut sebagai "Nobel Matematika".
Mengutip BBC pada Jumat, 24 Juli 2026, Hong Wang dan Yu Deng menerima Fields Medal bersama John Pardon dari Amerika Serikat dan Jacon Tsimerman dari Kanada. Masing-masing memperoleh hadiah sebesar 15.000 dolar Kanada (sekitar US$ 10.500 atau 8.000 poundsterling).
Advertisement
Hong Wang dan Yu Deng meraih penghargaan tersebut setelah berhasil memecahkan persoalan matematika yang telah menjadi tantangan para ilmuwan selama lebih dari satu abad. Wang, yang berumur 35 tahun, juga mencatat sejarah sebagai perempuan ketiga yang menerima Fields Medal.
Penghargaan Fields Medal diumumkan di Amerika Serikat pada Kamis, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin mendorong batas kemampuan komputasi manusia, dikutip dari Kanal Global Liputan6.com pada Minggu (26/7/2026)
View this post on InstagramA post shared by New York University (@nyuniversity)
Pecahkan Teka-teki Matematika Berusia Seabad
Bersama rekannya, Josh Zahl, Hong Wang berhasil memecahkan persoalan yang pertama kali diajukan matematikawan Jepang Soichi Kakeya pada 1917. Masalah tersebut berkaitan dengan luas area terkecil yang dibutuhkan saat sebuah pensil diputar satu putaran penuh.
Wang dan Zahl menyelesaikannya dengan menganalisis perputaran pensil dalam ruang tiga dimensi, bukan hanya pada bidang datar. Hasil penelitian mereka dipublikasikan pada tahun lalu.
"Jika dugaan ini menarik perhatian banyak orang, itu karena fenomena semacam ini muncul secara alami dalam berbagai masalah dari bidang yang sangat berbeda," kata Wang kepada AFP.
Sementara itu, Yu Deng, 37 tahun, yang merupakan profesor matematika di University of Chicago, menerima Fields Medal berkat keberhasilannya menyelesaikan persoalan lain yang telah menjadi teka-teki selama lebih dari 100 tahun.
Masalah tersebut berasal dari Masalah Keenam Hilbert, tantangan yang diajukan matematikawan Jerman David Hilbert pada 1900. Persoalan ini membahas bagaimana perilaku suatu sistem secara keseluruhan dapat dijelaskan berdasarkan pergerakan partikel-partikel penyusunnya.
Deng berhasil memberikan solusi melalui penelitian tentang perilaku gas.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bisa disebut bersama para matematikawan hebat yang selama ini saya kagumi," ujar Deng.
Profil Hong Wang
Hong Wang merupakan peneliti di bidang analisis harmonik, cabang matematika yang mempelajari dinamika gelombang. Fields Medal sendiri diberikan setiap empat tahun kepada matematikawan berusia di bawah 40 tahun yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan ilmu matematika.
Lahir di Guilin, Guangxi, Tiongkok, pada 1991, Wang telah menunjukkan kemampuan akademik sejak kecil. Dia bahkan melompati dua tingkat saat sekolah dasar.
Pada 2007, saat berusia 16 tahun, Wang diterima di Universitas Peking. Awalnya dia mengambil jurusan ilmu kebumian. Namun, setahun kemudian memutuskan beralih ke jurusan matematika.
Setelah lulus sarjana, Wang melanjutkan studi di Universitas Paris-Sud dan École Polytechnique di Prancis. Dia kemudian meraih gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Saat ini, Hong Wang menjabat sebagai profesor di New York University serta profesor tetap di Institut des Hautes Études Scientifiques (IHES), Prancis.