Liputan6.com, Jakarta - Memeriksakan anak ke dokter tidak hanya saat si Kecil sakit. Pemeriksaan rutin juga penting dilakukan untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus memastikan setiap tahap perkembangannya berjalan sesuai usia.
Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memastikan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak berkembang sesuai usianya seperti disampaikan dokter spesialis anak Isvarani Devana Irawan
Advertisement
Lewat pemeriksaan rutin, katanya, maka bila ada gangguan tumbuh kembang atau faktor risiko tertentu bisa terdeteksi lebih dini sehingga penanganan dapat segera diberikan.
"Tidak semua gangguan tumbuh kembang bisa terlihat secara jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk membantu orangtua memantau tumbuh kembang anak sesuai usianya. Jika ditemukan keterlambatan atau faktor risiko tertentu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih optimal," jelas dokter yang berpraktik di Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Selain memantau tumbuh kembang, orangtua juga perlu memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Imunisasi berperan penting melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi, seperti campak, polio, hepatitis B, difteri, pertusis (batuk rejan), serta penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) akibat infeksi pneumokokus dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib), yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
Imunisasi Mencegah Komplikasi Serius
Dokter spesialis anak Regia Sabaraty Sinurat mengatakan bila anak mendapatkan imunisasi bisa menekan risiko komplikasi bila terinfeksi penyakit tertentu.
"Imunisasi tidak hanya melindungi anak dari berbagai penyakit menular, tetapi juga membantu mengurangi risiko komplikasi serius yang bisa memengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup anak di masa depan," katanya.
"Untuk itu, penting bagi orangtua untuk mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan," ujar Regia yang sehari-hari praktik di Bethsaida Hospital Serang itu.
Di Indonesia, pemberian imunisasi anak mengacu pada rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2024. Pemberian vaksin mengikuti jadwal yang telah diberikan demi meningkatkan imunitas tubuhnya.