Liputan6.com, Jakarta - Penyakit ginjal kronis (PGK) bisa berujung gagal ginjal masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Dua penyebab utama penyakit ginjal kronis yang paling sering dijumpai adalah diabetes dan hipertensi.
Bagaimana bisa dua penyakit tersebut menyebabkan PGK?
Advertisement
Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi, Profesor Aida Lydia mengatakan pada diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah,termasuk pembuluh darah halus di ginjal (nefron) yang berfungsi sebagai penyaring.
"Kerusakan ini menyebabkan fungsi penyaringan ginjal terganggu. Salah satu tanda awalnya adalah proteinuria, yaitu kebocoran protein ke dalam urine yang sering ditandai dengan urine berbusa," tutur Aida beberapa waktu lalu lewat pesan tertulis.
Sementara itu, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat merusak pembuluh darah ginjal dan organ vital lainnya, seperti jantung dan otak. "Hubungan antara jantung dan ginjal sangat erat di mana gangguan pada salah satu organ dapat memengaruhi fungsi organ lainnya," tutur dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta.
Namun, tak cuma dua penyakit itu. Aida mengatakan penyakit ginjal kronis juga bisa disebabkan radang ginjal (glomerulonefritis), infeksi ginjal, sumbatan saluran kemih, misalnya akibat batu ginjal atau pembesaran prostat. Bisa juga karena penyakit autoimun seperti lupus. Atau efek samping obat-obatan atau zat tertentu yang bersifat toksik bagi ginjal.
Gejala Penyakit Ginjal Kronis
Salah satu tantangan dalam mendeteksi penyakit ginjal kronis adalah gejalanya yang sering kali tidak muncul pada tahap awal.
"Keluhan biasanya baru dirasakan saat kondisi sudah memasuki stadium lanjut," kata Aida.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Pembengkakan pada tangan, kaki, atau penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas
- Kadar kalium tinggi yang berisiko menyebabkan gangguan irama jantung hingga kematian mendadak
- Tulang menjadi rapuh dan mudah patah
- Anemia (penurunan kadar hemoglobin)
- Penurunan daya tahan tubuh
- Malnutrisi.
Lantaran penyakit ginjal kronis tidak menunjukkan pada tahap awal, Aida mengingatkan mencegah atau mendeteksi sedini mungkin.
Langkah pertama adalah mengenali faktor risiko yang dimiliki, seperti hipertensi, diabetes, riwayat batu ginjal, atau riwayatkeluarga dengan penyakit ginjal. Jika memiliki faktor risiko tersebut, sebaiknya Anda melakukanpemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Penyakit ginjal stadium dini diketahui melalui tes darah dan urine," kata Aida.