Liputan6.com, Jakarta - Ikan gabus menjadi salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi setelah operasi karena dipercaya membantu proses pemulihan luka. Namun, agar kandungan gizinya tetap optimal, cara memasak ikan gabus juga perlu diperhatikan.
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menyarankan ikan gabus dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Advertisement
“Yang paling bagus adalah dikukus atau direbus. Bisa dibuat sop,” jelas Prof Ahmad.
Menurut Prof Ahmad, metode memasak tersebut membantu menjaga kandungan zat gizi dalam ikan gabus sehingga manfaatnya dapat diperoleh secara optimal selama masa pemulihan setelah operasi caesar.
Bagi masyarakat yang memilih mengonsumsi ekstrak ikan gabus, ia mengatakan dosis sekitar 500 miligram per hari sudah mencukupi.
Sementara itu, untuk membantu proses penyembuhan luka setelah operasi caesar, konsumsi ikan gabus segar sekitar 500 gram per hari dapat menjadi pilihan.
Keunggulan Ikan Gabus?
Prof Ahmad mengatakan ikan gabus mengandung protein terutama albumin yang berperan penting dalam regenerasi sel dan pembentukan jaringan baru.
“Albumin adalah salah satu jenis protein yang sangat penting dalam tubuh kita. Perannya sangat krusial dalam proses penyembuhan luka,” katanya mengutip laman IPB University.
Albumin menjadi bahan baku utama bagi tubuh untuk membentuk jaringan baru sehingga luka lebih cepat menutup dan mengering. Selain albumin, ikan gabus juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3 yang turut mendukung proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan.