Liputan6.com, Jakarta - Influenza A tengah ramai dibahas karena tengah banyak menginfeksi anak-anak di Indonesia. Mengacu data WHO Western Pacific Regional Office sebenarnya tidak terlihat lonjakan kasus influenza A di Indonesia.
"Tidak ada lonjakan untuk Indonesia pada September 2026 bila dibandingkan 2025. Kita tidak melihat adanya lonjakan tinggi seperti negara tetangga Singapura yang mencapai 37 persen. Meski begitu kewaspadaan perlu," tutur Unit Kerja Kelompok Infeksi & Penyakit Tropis Ikata Dokter Anak Indonesia (IDAI), Profesor Dr dr Anggraini Alam.
Advertisement
Lebih lanjut, Anggi mengungkapkan bahwa influenza A adalah salah satu jenis virus influenza yang mudah menginfeksi manusia. Semua orang bisa terinfeksi influenza A tapi bisa berisiko bagi anak-anak, orang tua, wanita hamil serta orang dengan kondisi kronis.
Penularan virus influenza pun cepat bahkan lebih dari virus COVID-19. "Begitu ada yang sakit saja, yang lain bisa ketularan," tutur Ketua IDAI Cabang Jawa Barat itu.
Gejala Influenza A
Banyak orang mengira influena A sama dengan selesma atau common cold. Faktanya selesma memiliki gejala jauh-jauh lebih ringan dibandingkan influenza.Berikut gejala influenza A:
- Demam tinggi
- Batuk biasanya batuk kering
- Tenggorokan sakit
- Badan nyeri
- Pusing
- Hidung berair
- Lemas intens
- Sulit napas
"Ingat yang namanya tanda dan gejala influenza ini enggak mesti semuanya ada. Kadang ada yang demam dengan muntah-muntah, diare. Tapi yang biasanya selalu ada itu demam, sakit kepala dan sakit badan," kata Guru Besar dalam Bidang Infeksi dan Penyakit Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran itu.
Untuk menegakkan diagnosis maka perlu dilakukan pemeriksaan swab dengan mengambil sampel cairan dari hidung (nasofaring) atau tenggorokan.
Perhatikan 3 Hal Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351707/original/009757300_1789711162-Anggraini_Alam.jpg)
Terkadang orangtua ragu kapan anak bisa dirawat di rumah kapan mesti di bawa ke rumah sakit atau dokter. Anggi mengatakan orangtua perlu memantau tiga hal yakni aktivitas, intake, output anak untuk menentukan hal tersebut.
1. Perhatikan Aktivitas Anak
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah aktivitas anak. Orangtua biasanya paling mengetahui bagaimana perilaku anak dalam kondisi normal.
“Kalau aktivitas anak beda dari biasanya, bisa karena demam, sakit kepala, bisa karena sakit-sakit badan. Anak bisa ogah diasuh, makan dan minum berkurang, sehingga membuat orangtua khawatir,” jelas Prof Anggraini.
Perubahan aktivitas tidak selalu berarti anak mengalami kondisi serius. Namun, bila anak tampak jauh lebih lemas atau perilakunya berubah drastis, orangtua perlu lebih waspada untuk membawa ke dokter atau IGD rumah sakit
2. Intake
Intake, yaitu asupan makanan dan minuman. Saat sakit, anak memang dapat mengalami penurunan nafsu makan. Namun, asupan cairan tetap perlu diperhatikan untuk mencegah dehidrasi.
Air putih tetap penting. Namun, Anggi mengingatkan orangtua tidak perlu hanya memberikan air putih ketika anak membutuhkan cairan setelah banyak berkeringat atau mengalami penurunan asupan. Bisa dengan memberikan jus buah, sup, atau air berasa lain yang mengandung gula sebagai asupan elektrolit.
3. Output
Hal ketiga yang perlu diperhatikan adalah output, terutama frekuensi buang air kecil.
Orangtua dapat melihat seberapa sering anak buang air kecil. Pada anak yang masih menggunakan popok, kondisi popok juga dapat menjadi petunjuk.
“Kalau masih pakai popok cek empat jam sekali. Kalau kering, segera perbaiki asupan cairan, berikan ia cairan, segera ke dokter,” ujar Anggi.
Penurunan frekuensi buang air kecil dapat menjadi tanda anak kekurangan cairan. Karena itu, orangtua perlu memastikan anak tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup selama sakit.
“Segeralah ke IGD bilamana anak sulit dibangunkan, atau justru gelisah seperti biasa, ada kejang, ada napas cepat, tampak kebiruan, ada bleeding, bahkan juga enam jam anak belum kencing,” jelasnya.
Dengan memperhatikan tiga hal tersebut, orangtua dapat lebih mudah memantau perubahan kondisi anak di rumah. Anak dengan gejala yang lebih ringan dan masih aktif, mau makan-minum, serta tetap buang air kecil umumnya dapat dipantau sambil mendapatkan perawatan yang sesuai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4047359/original/024125100_1654749561-razia-Pajak-STNK-ARBAS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518693/original/087920200_1772516344-BLT_Ibu_Hamil_-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350923/original/082567200_1789635059-cek_fakta_pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351163/original/080486900_1789642522-cek_fakta_-_Ibu_Hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351706/original/000039100_1789711162-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_12.58.10_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550558/original/043753400_1692872973-towfiqu-barbhuiya--jthScuVWT0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411293/original/086765200_1763010317-pregnant-woman-with-baby-shoes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185248/original/087119600_1744370189-medium-shot-sick-woman-with-fever_23-2149247989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573230/original/087262800_1777886481-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_4.16.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567691/original/085812200_1777307314-Tangkapan_Layar_2026-04-27_pukul_23.19.12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2409204/original/076295400_1542271982-Kelly_Sikkema.jpg)