4 Jenis Obat Kumur dan Fungsinya, Jangan Asal Pilih

Obat kumur merupakan pelengkap dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 05 Agustus 2026, 10:00 WIB
Obat kumur (Ilustrasi AI)

Liputan6.com, Jakarta - Obat kumur dapat menjadi pelengkap dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan. Selain harus disesuaikan dengan kebutuhan, waktu pemakaiannya juga perlu diperhatikan.

Dokter gigi Titik Nurhayati mengatakan penggunaan obat kumur setelah menyikat gigi memiliki fungsi ganda. Pertama, membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri yang mungkin terlewat saat menyikat gigi. Kedua, memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Mengenai jenis obat kumur ternyata ada beberapa, berikut empat diantaranya:

  • Obat Kumur Fluoride

Efektif dalam mencegah gigi berlubang dengan memperkuat lapisan terluar gigi atau enamel. Sangat dianjurkan bagi penderita xerostomia (mulut kering) karena kondisi ini memicu perkembangan bakteri yang lebih cepat.

  • Obat Kumur Peradangan Gusi

Mengandung chlorhexidine, sebuah antiseptik yang bekerja melawan bakteri di mulut dan membantu meredakan pendarahan pada gusi. Penggunaannya harus sesuai anjuran dokter dan tidak untuk pemakaian jangka panjang.

  • Obat Kumur Pemutih Gigi

Mengandung hidrogen peroksida, zat pengoksidasi yang memiliki sifat desinfektan, antivirus, dan antibakteri. American Dental Association (ADA) mengakutakan efektivitas hidrogen peroksida dalam membantu memutihkan gigi. Namun, penggunaannya harus di bawah resep dokter dengan konsentrasi tidak lebih dari 1,5 persen.

  • Obat Kumur untuk Plak Gigi

Studi menunjukkan bahwa cetylpyridinium chloride yang terkandung dalam obat kumur efektif mengurangi plak gigi dengan efek samping yang lebih ringan dibandingkan chlorhexidine.

“Pemilihan obat kumur sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan individu, seperti mengatasi gigi berlubang, peradangan gusi, memutihkan gigi, atau menghilangkan plak,” jelas Titik mengutip laman IPB, Rabu (5/8/2026).

Cara Pakai Obat Kumur

Titik menyarankan obat kumur sebaiknya tidak digunakan langsung setelah menyikat gigi agar efektivitas fluoride dalam pasta gigi tidak berkurang. Saat berkumur, lakukan selama 30 detik dan jangan menelan cairan obat kumur.

“Kandungan dalam obat kumur umumnya aman digunakan selama mengikuti dosis dan anjuran dari dokter. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang sangat dianjurkan,” tutupnya. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya