Diet Golongan Darah O: Simak Makanan yang Dianjurkan dan Fakta Ilmiahnya

Penasaran dengan diet golongan darah O? Ketahui makanan yang dianjurkan dan hasil penelitiannya.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 07 Agustus 2026, 06:14 WIB
Diet golongan darah O menganjurkan konsumsi makanan tinggi protein seperti daging tanpa lemak, ikan, dan sayuran. Namun, penelitian menunjukkan efektivitasnya masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Diet golongan darah O menjadi salah satu pola makan yang masih banyak diminati hingga saat ini. Konsep ini menganjurkan pemilik golongan darah O untuk mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak dan ikan, serta membatasi karbohidrat tertentu.

Meski telah populer selama bertahun-tahun, banyak orang masih bertanya-tanya apakah diet terbaik untuk golongan darah O benar-benar terbukti efektif menurut penelitian.

Diet golongan darah pertama kali diperkenalkan seorang dokter naturopati sekaligus penulis buku Eat Right 4 Your Type, Dr. Peter D'Adamo. Menurutnya, setiap golongan darah memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda karena berkaitan dengan karakteristik genetik nenek moyang.

Dalam teorinya, pemilik golongan darah O dianggap berasal dari leluhur pemburu-pengumpul (hunter-gatherer). Oleh sebab itu, diet golongan darah O lebih menekankan konsumsi protein hewani, sayuran, dan makanan alami yang minim proses pengolahan.

"Orang dengan golongan darah O sebaiknya mengonsumsi lebih banyak protein, terutama dari daging tanpa lemak dan makanan laut, serta mengimbanginya dengan olahraga aerobik berintensitas tinggi," tulis Dr. Peter D'Adamo dalam konsep diet golongan darah yang dipublikasikannya dikutip dari healthline pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Makanan Diet untuk Golongan Darah O

Dalam konsep diet untuk golongan darah O, D'Adamo merekomendasikan beberapa jenis makanan yang dinilai sesuai dengan karakteristik pemilik golongan darah tersebut.

Makanan yang dianjurkan meliputi:

  • Daging tanpa lemak
  • Ikan dan makanan laut
  • Sayuran, terutama brokoli, bayam, dan rumput laut
  • Buah-buahan
  • Minyak zaitun

Sebaliknya, pemilik golongan darah O dianjurkan membatasi konsumsi gandum, jagung, kacang-kacangan, produk susu, kafein, dan alkohol.

Selain mengatur pola makan, diet golongan darah O juga menganjurkan olahraga aerobik berintensitas tinggi serta penggunaan suplemen tertentu yang diklaim dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya.

Apakah Diet Terbaik untuk Golongan Darah O Sudah Terbukti?

Diet golongan darah O menganjurkan konsumsi makanan tinggi protein seperti daging tanpa lemak, ikan, dan sayuran. Namun, penelitian menunjukkan efektivitasnya masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat. (Foto: Aditya Eka Prawira/Liputan6.com)

Banyak orang menganggap diet terbaik untuk golongan darah O adalah pola makan tinggi protein. Namun, hingga saat ini klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One pada 2014 menyebutkan bahwa manfaat yang dirasakan sebagian orang kemungkinan berasal dari pola makan sehat secara umum, bukan karena penyesuaian makanan berdasarkan golongan darah.

"Tidak ada bukti yang mendukung bahwa manfaat diet tersebut berkaitan dengan golongan darah seseorang," tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan di PLOS One.

Hasil serupa juga ditemukan dalam tinjauan sistematis yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition. Setelah menganalisis 16 penelitian mengenai diet golongan darah, para peneliti menyimpulkan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas pola makan berdasarkan golongan darah.

Artinya, jika seseorang mengalami penurunan berat badan saat menjalani diet golongan darah O, manfaat tersebut kemungkinan berasal dari kebiasaan mengonsumsi makanan utuh (whole foods), mengurangi makanan olahan, serta rutin berolahraga, bukan karena golongan darahnya.

Benarkah Golongan Darah Menentukan Pola Makan?

Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara golongan darah dengan risiko penyakit tertentu. Misalnya, golongan darah O dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah dibanding beberapa golongan darah lain.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan diet terbaik untuk golongan darah O maupun golongan darah lainnya. Kesehatan seseorang dipengaruhi banyak faktor, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, usia, riwayat penyakit, kualitas tidur, hingga gaya hidup.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya